Image

Batasan Harga Saham Murah Masih Dikaji

Agregasi Senin 17 Oktober 2016, 16:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 10 17 278 1516983 batasan-harga-saham-murah-masih-dikaji-o3t398sQ0f.jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan wacana perubahan batasan harga saham terendah atas saham yang diperdagangkan di pasar reguler yang saat ini sebesar Rp50 per lembar masih dalam kajian.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, perubahan batasan harga saham terendah akan membutuhkan waktu panjang karena harus menyesuaikan peraturan perdagangan yang ada di pasar modal domestik.”Kita sedang kaji, juga melakukan simulasi, mungkin satuan lot dan fraksi harga sahamnya diubah," ujarnya di Jakarta.

Dalam hitungannya, Tito memaparkan, apabila suatu efek memiliki harga saham sebesar Rp5 per lembar dengan fraksi harga saham sebesar Rp1, maka jika harga sahamnya mengalami penurunan sebesar Rp1 sudah mengalami penurunan sekitar 20 persen. Sementara dalam peraturan Bursa saat ini, batas penurunan sebesar 10 persen.

Selain itu, lanjut dia, satuan perdagangan (lot size) di BEI saat ini adalah 100 saham, jika terdapat harga saham sebesar Rp5 per lembar, maka investor hanya membeli saham itu senilai Rp500. "Mahalan administrasinya, maka itu kita sedang pikirkan," ucapnya.

Tito Sulistio mengatakan bahwa kemungkinan pihaknya akan mengusulkan perubahan pengaturan jumlah satuan perdagangan, fraksi harga saham, dan biaya administrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar transaksi harga saham di bawah Rp50 per saham menjadi efisien."Terus, nanti mungkin ada 'penny counter' seperti di beberapa negara. Tapi belum tahu nanti itu semua," ujarnya.

Asal tahu saja, BEI mengungkapkan salah satu tujuan penghapusan batasan nilai saham terendah Rp50perlembar adalah mendorong peningkatan likuiditas pasar saham domestik.”Yang diinginkan pasar adalah semua saham di bursa aktif. Jadi, investor punya banyak pilihan dalam melakukan investasi. Untuk itu, kami akan menghapus batasan minimal harga saham Rp50 per lembar," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini.

Menurutnya, dengan penghapusan batasan minimal nilai saham maka nilai yang ditampilkan dalam transaksi di perdagangan efek dalam negeri merupakan nilai yang sesungguhnya. Artinya, pembentukan harga yang terjadi akan berdasarkan tawar-menawar.

”Biarkan pasar yang menentukan harga saham. Tetapi kami masih ada kajian mendalam, kira-kira pengaruh ke indeks seberapa besar, untuk saat ini masih dalam keadaan kondusif,"ujarnya.

Dirinya mengharapkan bahwa melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan bursa, termasuk perubahan batas harga penolakan otomatis atau "auto rejection" menjadi simetris nantinya dapat menciptakan pasar yang semakin likuid, teratur, wajar dan efisien. Selain itu, lanjut dia, diharapkan juga nantinya dapat menggerakkan saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan atau biasa disebut "saham tidur" kembali bergeliat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini