Image

Wall Street Melemah Tergelincir Saham Energi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2016, 21:43 WIB
https img o okeinfo net content 2016 10 17 278 1517350 wall street melemah tergelincir saham energi NM85YU4VU7 jpg Ilustrasi: Reuters

NEW YORK - Wall Street dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Senin waktu setempat. Pelemahan ini dipicu anjloknya saham energi dan kesehatan namun mampu diimbangi dengan laporan keuangan dari Bank of America yang memuaskan.

Saham sektor keuangan di indeks S&P 500 naik 0,16 persen setelah Bank of America melaporkan kenaikan laba dalam tiga kuartal pertama dan juga melampaui estimasi. Sahamnya pun naik 0,3 persen.

Sementara itu, harga minyak turun lebih dari 1 persen sebagai meningkatnya permintaan rigs AS rig yang membuat investor khawatir. Sektor energi ini .SPNY turun 0,54 persen dan penurunan merupakan yang terbesar di antara 11 sektor indeks S&P. Saham sektor kesehatan mengalami penurunan Merck (MRK.N) dan Anthem (ANTM.N) 0,29 persen.

Melansir Reuters, Senin (17/10/2016), indeks Dow Jones Industrial Average DJIA turun 27,49 poin atau 0,15 persen ke 18.110,89. Indeks S&P 500 turun 2,7 poin atau 0,13 persen ke 2.130,28 dan indeks Nasdaq Composite turun 10,29 poin atau 0,2 persen ke 5.203,87.

Dengan laporan pendapatan kuartal III, menjadi pendorong investor untuk berharap mendapatkan keuntungan yang lebih baik dibandingkan semester I-2016.

Dari catatan yang ada, laba dari perusahaan di indeks S&P diperkirakan akan merosot 0,4 persen, namun laporan yang lebih baik dari perkiraan bisa menopang laba untuk periode tersebut.

"Saya pikir kami menuju untuk sesi bergelombang dengan pendapatan memimpin jalan," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di First Standard Financial di New York.

"Ini juga pasar tengah gelisah menjelang pemilu dan tentu saja prospek kenaikan suku bunga pada bulan Desember," sambungnya.

Pasar telah berjuang untuk mempertahankan momentum dalam beberapa minggu terakhir di tengah perubahan dinamika pemilihan presiden AS dan berbagai sinyal pada kenaikan suku bunga.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini