Menperin Catat Komitmen Investasi Toyota Rp10 Triliun

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2016 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 17 320 1517221 menperin-catat-komitmen-investasi-toyota-rp10-triliun-aa17nccKWm.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, Toyota Motor Corp telah memenuhi komitmen investasi di Indonesia dengan porsi sudah mencapai 50 persen dari yang pernah dijanjikan. Adapun besaran investasinya hingga saat ini sudah mencapai sebesar Rp10 triliun dari total Rp20 triliun.

Sebagaimana diketahui, pada Februari lalu Toyota Motor Corp berkomitmen menambah investasi sebesar Rp20 triliun di Indonesia. Dengan modal tambahan tersebut, Toyota bakal menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan yang akan diekspor ke beberapa negara.

Komitmen ini diutarakan Presiden Toyota Motor Akio Toyoda saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di kantor pusatnya di Nagoya, Jepang. Jokowi mengatakan Toyota siap meningkatkan ekspor sebanyak tiga kali lipat dari saat ini.

"Jadi yang Jepang itu kemarin kita sudah bahas mengenai apa yg dijanjikan oleh industri automotif kepada Pak Presiden Joko Widodo. Jadi antara lain Toyota kan janji investasi Rp20 triliun, progress-nya kami lihat sampai sekarang mereka sudah invest Rp10 triliun tambahan, dan sudah punya tambahan produk," ucapnya saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Kemudian, kata Airlangga, pihaknya juga meminta perusahaan asal Jepang itu untuk mendukung program vokasional. Artinya, Toyota diminta untuk mempekerjakan siswa lulusan SMK dalam memproduksi kendaraannya. Ditambah lagi saat ini Daihatsu sudah 100 persen dimiliki oleh Toyota dan pabriknya ada di Indonesia.

Tidak hanya itu, ke depan dia juga meminta untuk Toyota agar terus meningkatkan tingkat komponen di dalam negeri (TKDN). Misalnya saja komponen baja untuk bagian badan mobil diminta untuk memanfaatkannya dari industri baja di Tanah Air.

"Sekarang yang model LCGC sudah 94 persen local content-nya. Jadi ke depan kita minta bajanya ambil dari Indonesia, kan sudah ada investasi baja untuk bahan mobil," sebutnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini