Image

Desember, BTN Salurkan KPR Pekerja Informal

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2016, 14:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 17 470 1516754 desember-btn-salurkan-kpr-pekerja-informal-jdA7CVVJNs.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) siap meluncurkan skema pembiayaan atau kredit pemilikan rumah (KPR) untuk pekerja sektor informal pada Desember tahun ini. Rencananya peluncuran pertama KPR yang diperuntukkan bagi pedagang, petani dan nelayan itu akan dilakukan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

”Potensi pekerja informal sangat besar untuk kami biayai KPR-nya. Kebutuhan mereka akan rumah juga sangat tinggi. Makanya kami kaji skema pembiayaan perumahan yang sesuai dengan mereka yang pendapatannya tidak tetap,” jelas Direktur Utama BTN Maryono seusai melepas 116 wisudawan Mini MBA bidang properti hasil kerja sama BTN dengan School of Business Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) di Jakarta.

Maryono menjelaskan, permintaan yang tinggi akan rumah oleh para pekerja informal dikarenakan selama ini mereka menyewa rumah untuk tempat tinggal. Padahal, uang sewa rumah tersebut bisa mereka alihkan sebagai cicilan KPR jika melakukan pembelian rumah subsidi.

”Contohnya di Jambi, para pedagang harus membayar uang sewa Rp600.000 sampai Rp800.000. Nah kalau mereka ikut program KPR FLPP kan bisa buat cicil uang sewanya. Ini potensi yang bisa kami gali menjadi peluang usaha,” papar Maryono.

Menurut dia, ada sekitar 2 juta pekerja informal di seluruh Indonesia yang membutuhkan pembiayaan rumah. Untuk menyukseskan program skema pembiayaan pekerja informal, BTN akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang sudah biasa melakukan pembiayaan mikro seperti koperasi, Permodalan Nasional Madani dan perusahaan multifinance .

”Kami juga menggandeng pemerintah daerah agar tata kotanya bagus, sehingga perumahan yang dibangun akan mempercantik kota tersebut,” katanya.

Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo menyambut baik langkah BTN yang akan membuat skema apembiayaan untuk pekerja tidak tetap. Untuk itu, Apersi siap membangun rumah di daerah-daerah agar para pekerja informal bisa memiliki rumah. Namun, Eddy, meminta agar berbagai hambatan di daerah dalam membangun rumah bisa cepat diselesaikan. Hambatan tersebut seperti perizinan dan pengadaan lahan yang masih menjadi persoalan utama di daerah.

”Kami masih menunggu PP (peraturan pemerintah) mengenai paket kebijakan 13 tentang pemangkasan izin untuk pembangunan perumahan. Kalau pembiayaan selama ini BTN sudah banyak membantu,” katanya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini