Image

Jadi Jaminan Obligasi, Sri Mulyani Pastikan Aset Negara Tak Berkurang

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 18 Oktober 2016, 14:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 10 18 20 1517831 jadi-jaminan-obligasi-sri-mulyani-pastikan-aset-negara-tak-berkurang-mVZYjfMvXt.jpg Sri Mulyani (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah meminta persetujuan kepada Komisi XI DPR RI terkait penggunaan Barang Milik Negara (BMN) sebagai underlying asset untuk penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Hanya saja, terdapat beberapa kekhawatiran dari Komisi XI DPR RI bahwa hal ini dapat mengancam ketersediaan aset negara dalam jangka panjang.

Menanggapi kekhawatiran ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah hanya akan memberikan hak manfaat kepada investor. Dengan begitu, maka aset secara fisik tidak akan terancam dengan dijadikan jaminan penerbitan surat utang.

"Barang milik negara itu, tidak boleh ada transaksi terhadap uang, yang kita underlying kan adalah hak manfaat," kata Sri Mulyani di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Dengan kebijakan ini, maka nantinya investor tak akan dapat mengambil secara paksa aset negara apabila pemerintah mengalami krisis anggaran untuk membiayai utang. Untuk itu, Sri Mulyani berharap agar DPR RI menyepakati penggunaan aset negara untuk penerbitan SBSN 2017 mendatang.

"Kita punya wali amanat. Insya Allah tidak akan terjadi seperti yang dikhawatirkan. Jadi tidak perlu investor ketika kita sulit bayar utang langsung minta gedung Kementerian Keuangan, tidak berarti itu. Kami akan membuat kontrak sehingga dia aman bagi kepentingan negara," tuturnya.

"Jadi karena dia sesuai syariah, jadi ada aset. Kompleks Wahidin (Kementerian Keuangan) itu sudah bisa digunakan dan ini kami perlu dapatkan persetujuan dewan," tutupnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini