Image

Rights Issue BRI Agro Dipatok Rp175/Saham

Agregasi Selasa 18 Oktober 2016, 12:16 WIB
https img okeinfo net content 2016 10 18 278 1517703 rights issue bri agro dipatok rp175 saham VD2jOOhvEG jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT BRI Agro Tbk (AGRO) telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan, rentang harga yang ditawarkan adalah Rp130-Rp175 per saham.

Rentang harga ini berada di bawah harga pasar saham AGRO saat ini. Adapun harga saham AGRO hingga berita ini diturunkan berada pada level Rp310 per saham. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ini akan melepas sebanyak-banyaknya 3,84 miliar saham baru.

Dus, dana segar yang diperoleh melalui rights issue ini sekitar Rp499,75.Rasio rights issue yang digunakan adalah, setiap pemilik 6.698 saham lama akan memperoleh 2.244 saham baru. Rights issue ini memiliki efek dilusi sebesar 25,33 persen.

Pada saat yang bersamaan, AGRO juga akan melepas paling sedikit 618,99 juta waran seri II atau setara 5,39 persen dari saham ditempatkan dan disetor penuh. Adapun rasio dari penerbitan saham ini adalah, 5.960 pemegang waran lama akan memperoleh 959 waran baru.

Setiap satu Waran Seri II dapat digunakan oleh pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan dengan membayar harga yang sama dengan harga pelaksanaan HMETD dalam periode pelaksanaan yakni 2 Juni 2017 sampai dengan 4 Juni 2018.

Waran Seri II yang tidak digunakan untuk membeli saham Perseroan sampai dengan masa akhir masa berlakunya. Waran Seri II yakni tanggal 4 Juni 2018 maka Waran Seri II akan menjadi kadaluwarsa, tidak bernilai serta tidak dapat digunakan untuk membeli saham Perseroan dengan demikian gugur demi hukum.

Sebagai informasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana menambah modal ke dua anak usaha yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Syariah dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO). Rencananya, kedua anak usaha BRI akan disuntik modal masing-masing Rp500 miliar atau total Rp1 triliun. Perseroan berharap dengan dorongan modal yang sedang dibutuhkan, maka membuat anak usaha bisa lebih berkembang.

Selain itu, perseroan juga berencana mengurangi kepemilikan saham di AGRO menjadi 76 persen dari saat ini 87,23 persen. Adapun pengurangan kepemilikan saham tersebut dilakukan untuk mematuhi peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang kepemilikan saham beredar (free float) di publik minimal 7,5 persen sementara kepemilikan saham publik pada AGRO saat ini hanya 3,58 persen. Ketentuan free float mengharuskan seluruh emiten memiliki saham beredar pada publik 7,5 persen terhitung Januari 2016.

Direktur Keuangan BBRI, Haru Koesmahargyo pernah bilang, rights issue BRI Agro untuk memenuhi keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00001/BEI/01-2014 perihal perubahan peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh emiten. Rencananya, rights issue akan dilaksanakan sebelum berakhirnya 2016.

Haru menambahkan, perseroan tetap akan menggunakan haknya untuk menyerap rights issue AGRO, meski kepemilikannya di AGRO akan terdilusi. Rencananya BBRI akan ikut serta dalam rights issue dengan menambah modal sebesar Rp500 miliar. ”Kami menambah untuk meningkatkan CAR (Capital Adequacy Ratio) AGRO, namun di sisi lain ingin menambah kepemilikan publik,” kata Haru.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini