Image

BEI dan APEI Dukung Program SNKI

Agregasi Selasa 18 Oktober 2016, 13:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 18 278 1517804 bei-dan-apei-dukung-program-snki-cNtN2aUzd2.jpg BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sukseskan kebijakan pemerintah tentang peningkatan literasi keuangan, khususnya untuk keuangan inklusif, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng kerjasama sinergis Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk mendukung Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, pada 1 September 2016 telah dikeluarkan Perpres SNKI. Maka untuk mendukung implementasi Perpres itu, BEI bersama dengan APEI dan APRDI akan menyelenggarakan Pameran Investival.

Dia mengemukakan bahwa penyelenggaraan Pameran Investival itu akan dilakukan di Jakarta, Surabaya, Bandung, Banda Aceh, Padang, Jambi, Palembang, Medan, Riau, Lampung, Batam, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Makassar, Kendari, dan Jayapura.

”Selama bulan Oktober 2016 seluruh Industri Jasa Keuangan termasuk Pasar Modal dengan didukung oleh OJK berkomitmen untuk bersama-sama mendorong peningkatan inklusif keuangan masyarakat melalui berbagai aktivitas literasi dan inklusi keuangan kepada seluruh masyarakat Indonesia,"ujarnya.

Disebutkan, nantinya festival merupakan pameran investasi di pasar modal yang diselenggarakan dengan konsep pendidikan, hiburan, dan "expo".

”Pengunjung akan mendapatkan informasi untuk menjadi seorang investor di pasar modal, mulai dari produk, mekanisme, dan informasi lainnya, serta dapat langsung menjadi investor untuk dapat membeli saham atau reksa dana selama pameran tersebut," kata Yulianto.

Melalui SNKI itu, lanjut dia, pemerintah bersama-sama Kementerian dan Lembaga terkait telah sepakat untuk mendorong upaya peningkatan inklusi (akses) masyarakat ke sektor jasa keuangan dengan target sebesar 75 persen pada akhir tahun 2019.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini