Image

Pembiayaan Pasar Modal Perlu Dimanfaatkan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 11:15 WIB
https img k okeinfo net content 2016 10 19 278 1518613 pembiayaan pasar modal perlu dimanfaatkan GWCceDv39h jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pelaku industri, khususnya di daerah, memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan dalam pengembangan usahanya.

Pasalnya, kesempatan memperoleh pendanaan dari pasar modal belum dimanfaatkan secara optimal. “Secara demografi, pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih didominasi oleh perusahaan yang berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta.

Dia mengatakan, semakin banyak perusahaan di daerah yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tentunya akan meningkatkan perekonomian daerah dan mendorong munculnya sentrasentra ekonomi yang lebih menyebar, tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu.

Menurutnya, pendanaan melalui pasar modal memiliki nilai tambah tersendiri bagi dunia usaha pada khususnya maupun masyarakat secara umum. “Pasar modal mempertemukan langsung kelebihan dana pada masyarakat dengan kebutuhan dana oleh perusahaan, sehingga diharapkan biaya modal (cost of fund) pendanaan dari pasar modal akan lebih rendah,” kata Nurhaida.

Nurhaida menambahkan, masuknya perusahaan ke pasar modal dapat meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan, meningkatkan image atau reputasi perusahaan, bahkan dapat memperoleh insentif pajak. Dia menjelaskan, kondisi pasar modal Indonesia sampai saat ini menunjukkan tren yang positif.

Pada 2016 pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan rekor tertinggi untuk kapitalisasi pasar BEI maupun frekuensi transaksi tertinggi sepanjang masa. Kapitalisasi pasar BEI per tanggal 30 September 2016 adalah sebesar Rp5.799 triliun. Saat ini perusahaan yang telah memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan pendanaan berjumlah 626 perusahaan.

Pada 2016 terdapat 12 emiten baru yang menerbitkan saham melalui IPO dengan total dana hasil penawaran umum sebesar Rp10,7 triliun. Selain penerbitan saham melalui IPO, selama 2016 juga terdapat penerbitan right issue, obligasi maupun sukuk dengan total dana yang diperoleh melalui pasar modal selama tahun 2016 sebesar Rp79,14 triliun.

Dengan demikian, sepanjang 2016 pelaku usaha di Indonesia telah memperoleh dana sekitar Rp90 triliun dari pasar modal melalui penawaran umum. Nurhaida menuturkan, dana yang sangat besar mungkin tidak bisa hanya dipenuhi oleh sektor perbankan atau perusahaan pembiayaan. Oleh karena itu, pemanfaatan penggalangan dana melalui penawaran umum di pasar modal merupakan bentuk pembiayaan lain yang patut dipertimbangkan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini