nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Furnitur dan Buah Jatim Berpeluang Penuhi Pasar Rusia

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016 12:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 19 320 1518676 furnitur-dan-buah-jatim-berpeluang-penuhi-pasar-rusia-xO472f8fXX.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SURABAYA - Jawa Timur berpeluang mengembangkan pasar ekspor ke Rusia, khususnya untuk komoditas furnitur dan buah tropis.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi melihat produksi dua komoditas tersebut di Jawa Timur cukup besar. Di sisi lain, hingga saat ini impor furnitur dan buah tropis Rusia paling besar dari Indonesia. Karena itulah, Wahid menawarkan penjajakan kerja sama perdagangan antara Jawa Timur dan Rusia.

“Di Vladivostok (Rusia) nilai impor furnitur mencapai USD21 juta. Selain itu, buah tropis sangat disukai warga Rusia, termasuk rambutan. Komoditas agrobisnis seperti keripik pisang dan mangga sangat disukai warga Rusia. Saya lihat Jatim punya peluang besar di situ karena furnitur dan buah tropis di Jatim sangat besar produksinya,” ujar Wahid di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Untuk memperkenalkan produk-produk furnitur dan buah tropis Jawa Timur, Kedutaan Besar Indonesia di Rusia rencananya menghelat Festival Indonesia. Ajang yang bakal diselenggarakan di Moskow itu juga akan memamerkan beragam kekayaan Indonesia serta produk unggulan.

“Saya juga sedang mendorong Jatim agar bisa mengirim kopi dan teh ke Rusia karena kopi merupakan produk eksotis dunia. Saya sudah bertemu beberapa maskapai terkait flight langsung ke Moskow dari Indonesia yang bisa sekaligus mengangkut komoditas kita,” ujar Wahid.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyambut sangat baik tawaran kerja sama perdagangan yang diinisiasi Kedutaan Besar Indonesia di Rusia. Dia menilai, keikutsertaan Kantor Kedutaan Indonesia akan memudahkan proses administrasi.

“Selama ini yang menjadi kendala perdagangan kita di luar negeri adalah mencari perwakilan di negara tujuan pasar. Karena itu, kita sering mempekerjakan orang sana (negara tujuan pasar). Saya sangat menyambut baik tawaran ini karena akan memudahkan kita,” kata dia.

Soekarwo mengungkapkan, tiga komoditas ekspor terbesar Jatim adalah perhiasan, kulit, dan furnitur. Pasar perhiasan Jawa Timur naik ratarata 40 persen setiap tahun. “Tahun ini pasar perhiasan kita sekitar USD6,1 miliar atau Rp70 triliun. Sementara untuk furnitur, kita masih ekspor ke AS dan Eropa. Tahun 2012 produk furnitur merupakan komoditas ekspor terbesar Jatim,” ujar Soekarwo.

Terkait tawaran ekspor produk agrobisnis seperti buah tropis, Soekarwo menjelaskan bahwa Jawa Timur memang sedang mengembangkan industri pertanian onfarm, yaitu mengolah bahan baku menjadi produk olahan. Hasil olahan itulah yang akan diekspor.

“Kita akan kirim pisang atau mangga, tapi diekstrak dulu sehingga pengirimannya dalam bentuk keripik atau sirup,” katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini