Image

Relaksasi Ekspor Mineral, BKPM: Hancurkan Industri Senilai Rp8,8 T

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 16:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 19 320 1519059 relaksasi-ekspor-mineral-bkpm-hancurkan-industri-senilai-rp8-8-t-5mFp71tw1P.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana merelaksasi ekspor mineral dengan merevisi Undang-Undang (UU) Mineral dan Batu Bara, yang akan diterapkan mulai tahun depan. Aturan tersebut hingga saat ini masih terus dimatangkan. Namun, belum lama ini mantan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan pernah menyebutkan tidak akan memberikan relaksasi ekspor mineral untuk jenis nikel dan bauksit.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Parulian Hutapea mengatakan, jika relaksasi tersebut direalisasikan, maka akan menimbulkan hal negatif di dalam negeri. Utamanya, akan menghancurkan industri hilir mineral yang telah dan sedang dibangun.

Menurutnya, saat ini ada 22 proyek dengan nilai investasi USD2,5 miliar dan Rp1,4 triliun yang telah melakukan produksi, 76 proyek dengan nilai investasi USD0,2 miliar dan Rp0,7 triliun dalam tahap konstruksi, serta 151 proyek dengan nilai investasi USD8 miliar dan Rp8,8 triliun dalam tahap awal merencanakan investasinya.

"Saya fikir ini kalau relaksasi kita berikan ya bubar ini. Akan hancurkan industri dalam negeri sampai Rp8,8 triliun itu tadi yang sedang dibangun," ujarnya dalam FGD Pengembangan Industri Smelter di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Padahal, kata dia, semua proyek dan nilai investasi tersebut merupakan wujud upaya keras pemerintah yang telah dilakukan selama ini. Artinya, para investor telah berhasil diyakinkan oleh pemerintah.

"Investasi tersebut dilakukan karena adanya optimisme investor dalam konsistensi kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah (ore)," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini