Image

Akhirnya, Harga Cabai di Solok Selatan Sumbar Turun

ant, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 17:20 WIB
https img o okeinfo net content 2016 10 19 320 1519098 akhirnya harga cabai di solok selatan sumbar turun jHzphgBpOg jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PADANG - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mulai turun sebesar Rp10 ribu perkilogram dibandingkan Minggu lalu.

"Pada Minggu lalu harga cabai merah masih pada kisaran Rp80 ribu per kilogram dan berdasarkan pemantauan kita hari ini sudah mulai turun menjadi Rp65-Rp70 ribu perkilogramnya," kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Solok Selatan, Arnonsyah di Padang Aro, Rabu.

Menurutnya harga cabai merah saat ini masih tinggi karena pasokan dari petani yang masih belum lancar.

Masalah pasokan katanya, menjadi faktor utama kenaikan harga cabai merah di pasar. sedangkan pasokan dari Solok Selatan berasal dari luar Kabupaten seperti Alahan Panjang dan Kerinci.

Pasokan cabai untuk Solok Selatan masih bergantung dari daerah lain dan walaupun ada dari petani setempat jumlahnya juga terbatas.

"Tanaman cabai petani di Solok Selatan sekarang banyak yang diserang penyakit seperti goreng yang membuat buah cabai kering dan tidak bisa dipanen, sehingga pasokannya terus berkurang," katanya.

Seorang ibu rumah tangga Delta (41) mengatakan harga cabai memang sudah turun tetapi masih cukup tinggi sehingga pembelian dikurangi dari biasanya.

"Cabai menjadi kebutuhan utama sehingga semahalpun harganya tetap di beli tetapi jumlahnya yang dikurangi," katanya.

Dia berharap harga cabai merah ini terus turun dan kembali normal sehingga tidak terlalu memberatkan ibu-ibu guna kebutuhan rumah tangga.

Terkait kebutuhan lain katanya, seperti bawang merah dan jenggkol yang sebelumnya juga mahal sekarang harganya stabil.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat cabai merah dan jengkol merupakan dua komoditas pemicu inflasi di Padang pada September 2016 yang mencapai 0,58 persen.

"Dua komoditas tersebut memiliki andil terbesar dalam membentuk angka inflasi Padang yaitu cabai merah 0,51 dan jengkol 0,10 persen," kata Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando.

Ia memberi saran salah satu strategi yang dapat dilakukan ke depan agar harga cabai tidak melonjak terlalu tinggi adalah membuat perencanaan musim tanam sehingga ketika permintaan tinggi seperti lebaran, cabai tersedia lebih banyak.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini