Image

Relaksasi Ekspor Nikel, Hilangkan Kepercayaan Investor

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 17:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 10 19 320 1519109 relaksasi-ekspor-nikel-hilangkan-kepercayaan-investor-pBL01nCMrt.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan wacana relaksasi ekspor mineral terutama jenis nikel dan bauksit, yang akan dimasukkan dalam revisi UU Minerba, bisa membuat pemerintah Indonesia ke depannya akan sulit dipercaya kembali oleh para investor. Artinya, juga akan sulit membangun kredibilitas pemerintah kembali untuk kebijakan-kebijakan lain.

"Ini juga akan menurunkan kredibilitas pemerintah yang selama ini ada. Termasuk ke dalam negara yang uncertainty," ujar Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Parulian Hutapea di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Apalagi, kata dia, Indonesia juga selama ini dikenal sebagai negara yang kebijakannya selalu berubah-ubah. Padahal, upaya untuk meyakinkan investor dalam mengikuti kebijakan hilirisasi mineral tidak mudah dan butuh waktu yang panjang.

"Relaksasi ekspor mineral akan menghancurkan kepercayaan investor yang telah dibangun," tuturnya.

Dengan demikian, hal ini tentunya akan membuat pemerintah Indonesia sulit untuk membangun kembali kepercayaan investor. "Tentunya untuk mendorong kebijakan lain di masa yang akan datang akan sangat sulit dilakukan," tukasnya.

Sebagai informasi, BKPM mencatat ada 22 proyek dengan nilai investasi USD2,5 miliar dan Rp1,4 triliun yang telah melakukan produksi (IUP OPK dam IUI), 76 proyek dengan nilai investasi USD0,2 miliar dan Rp0,7 triliun dalam tahap konstruksi (PPM + IP LKPM dan IUP OPK), serta 151 proyek dengan nilai investasi USD8 miliar dan Rp8,8 triliun dalam tahap awal merencanakan investasinya (PPM + IP dan IPP).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini