Image

Syarat Agar RI Jadi Hub Logistik Asia Pasifik

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 20:32 WIB
https img o okeinfo net content 2016 10 19 320 1519301 syarat agar ri jadi hub logistik asia pasifik lC8wwJs3G2 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pelaku usaha di sektor industri logistik optimistis Indonesia dapat memainkan peranan penting sebagai hub logistik di Asia Pasifik. Apalagi, pemerintah tengah mengencangkan Pusat Logistik Berikat (PLB) pada berbagai daerah di Indonesia.

Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Kamadjaja Logistics Ivy Kamadjaja, mengatakan tantangan yang kini dihadapi Indonesia adalah mencari solusi terbaik untuk memperbaiki produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri logistik nasional.

“Perbaikan di semua lini harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai hub utama logistik di Asia Pasifik,” kata Ivy di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

(Baca Juga: Indonesia Ditargetkan Jadi Hub Logistik Asia Pasifik)

Menurut Ivy, langkah perbaikan mulai terlihat seiring kerja keras pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, memperbaiki sistem kepabeanan dan perizinan.

“Perlu dilakukan reformasi besar-besaran. Memang, kinerja logistik Indonesia harus ditingkatkan. Saya yakin, keterbatasan ketersediaan infrastruktur segera teratasi,” katanya.

Pemerintah pun menginginkan bahwa hal ini nantinya dapat mengangkat posisi Indonesia dalam sistem logistik internasional. Hanya saja, menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian, target ini hanya akan tercapai apabila pembangunan infrastuktur logistik tercapai.

"Memang itu juga dipengaruhi seberapa cepat kita membangun infrastruktur kalau ingin punya hub untuk Asia Pasifik," ujarnya.

Berdasarkan laporan Bank Dunia, penanganan logistik di Indonesia berada di peringkat 63 dari 160 negara yang disurvei. Sedangkan negara tetangga Indonesia memiliki peringkat yang lebih baik. Seperti Singapura berada di urutan ke-5, Malaysia di urutan 32, dan Thailand di peringkat 45.

PT Kamadjaja Logistics‎ menjadi salah satu perusahaan yang ikut serta dalam Jakarta International Logistic Summit & Expo (JILSE) yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Acara yang dibuka Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dihadiri kalangan pelaku usaha dan pengguna jasa logistik baik di dalam maupun luar negeri.

Pada kesempatan itu, Menkeu juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Frisian Flag Indonesia dan PT Kamadjaja Logistics, yang dilakukan Ivy Kamadjaja dan Presiden Direktur Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert. Berdasarkan perjanjian, Frisian Flag Indonesia akan menggunakan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) K-LOG Park Cibitung milik Kamadjaja Logistics.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini