Image

Sekjen PBB: Kota Adalah Mesin Pertumbuhan

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 11:17 WIB
https img z okeinfo net content 2016 10 19 470 1518570 sekjen pbb kota adalah mesin pertumbuhan IrMj0RMOtM jpg Foto: Kementerian PUPR

QUITO - Perkembangan perkotaan tidak bisa terlepas dari soal urbanisasi. Untuk itu setiap kota yang ada memiliki peran yang besar dalam mengatasi kemiskinan. Kota adalah mesin pertumbuhan dan sekaligus pusat kreativitas.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon, dalam UN Conference on Housing & Urban Development atau Habitat III, di Quito, Ekuador, dari 17 sampai 20 Oktober 2016.

Konferensi yang diselenggarakan oleh PBB tersebut bertujuan untuk menyepakati Agenda Baru Perkotaan atau New Urban Agenda (NUA) untuk 20 tahun kedepan yang menjadi panduan dalam pembangunan perkotaan dunia.

Ban Ki Moon mengatakan, suksesnya pelaksanaan New Urban Agenda membutuhkan kolaborasi dari berbagai aktor pembangunan perkotaan. Implementasi Sustainable Development Goals (SDG) akan menentukan apakah kota-kota menjadi lebih aman, inklusif, tangguh/berdaya tahan dan berkelanjutan sebagaimana tujuan SDG ke-11.

Sementara itu menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang menjadi salah satu perwakilan delegasi Indonesia mengungkapkan, bahwa urbanisasi adalah suatu keniscayaan namun harus tetap dikendalikan dengan perencanaan dan metode pembiayaan pembangunan permukiman dan perkotaan berkelanjutan.

"Indonesia berkepentingan dengan penyelenggaraan UN Habitat III ini karena NUA menentukan arah kebijakan dan program pembangunan permukiman dan perkotaan 20 tahun ke depan di Indonesia," ujar Basuki dalam siaran pers, Rabu (19/10/2016).

Sekjen Konferensi UN Habitat III Joan Clos menambahkan, urbanisasi akan menghasilkan nilai tambah dan kesejahteraan, namun perlu dikelola dengan framework yang baik.

Untuk itu, menurutnya perlu beberapa strategi yang harus dilakukan seperti penguatan tata kelola kota, perencanaan dan perancangan kota, dan pembiayaan pembangunan permukiman dan perkotaan dalam rangka menjamin keadilan dan keberlanjutannya.

"Pentingnya dialog dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perumusan kebijakan perkotaan yang lebih baik," tukasnya. (fir)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini