Image

Prospektifnya Bisnis Properti di Daerah Satelit

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016, 16:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 19 470 1519004 prospektifnya-bisnis-properti-di-daerah-satelit-pN1ReVsaXC.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Indonesia dianggap sebagai surga properti bagi para pengembang. Tak hanya pengembang dalam negeri, pengembang dari negara lain seperti China, Hongkong, Australia dan Singapura sangat agresif mengembangkan produk properti di Tanah Air.

Tak hanya dilakukan sendiri dengan melakukan akuisisi lahan milik pengembang lokal, pengembang-pengembang dari luar negeri juga mendirikan perusahaan patungan (joint venture) dengan pengembang lokal. Kawasan Serpong seperti BSD City dan Alam Sutera menjadi salah satu incaran pengembang luar negeri. Salah satunya adalah Brewin Mesa.

Pengembang asal Singapura ini mendirikan PT Brewin Mesa Sutera untuk membangun apartemen mewah di Alam Sutera. ‘’Pasar properti di Indonesia sangat prospektif, khususnya di daerah satelit seperti Alam Sutera. Kawasan ini menjadi salah satu pilihan hunian karena harga hunian di Jakarta sangat mahal,’’tegas Presdir PT Brewin Mesa Sutera Bill Cheng.

Dia menegaskan, Brewin Mesa mempunyai misi untuk menghasilkan hunian terbaik yang dapat menjadi ciri khas dan menginspirasi pertumbuhan perkotaan serta meningkatkan standar kehidupan masyarakat Indonesia. (Baca juga: 4 Kunci Pulihnya Sektor Properti di Indonesia)

Menurut Bill, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar, populasi penduduk usia muda juga sangat tinggi sehingga permintaan masih tinggi. ‘’Kami telah melakukan studi di Indonesia. Kami melihat permintaan produk properti dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat di semua segmen hunian,’’tuturnya.

Dia mengungkapkan, tahun depan, pasar properti di Indonesia akan tumbuh pesat. ‘’Kebijakan pemerintah Indonesia sangat mendukung industri ini. Infrastruktur di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya juga sedang dibangun secara agresif. Ini tentunya baik untuk jangka panjang,’’tegas Bill.

Brewin Mesa, kata Bill, ingin menghadirkan bangunan yang lebih baik, tidak sekadar fungsional atau berorientasi pada laba. Tetapi dengan kualitas yang lebih tinggi, spesifikasi lebih unik, dan fungsionalitas lebih baik. ‘’Kami tawarkan lebih banyak keramahtamahan, lebih banyak fasilitas,’’cetusnya.

Dia mencontohkan, material yang digunakan untuk produk properti Brewin Mesa di Alam Sutera menggunakan material berkualitas premium. ‘’Dengan harga per meter sedikit lebih mahal, namun konsumen tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengisi ruangan dengan material-material kelas premium,’’katanya.

Bill menambahkan, Brewin Mesa berencana untuk berinvestasi jangka panjang sehingga memberi nilai lebih bagi pembeli untuk membangun relasi yang lebih panjang. Kelas menengah yang kuat dan berkembang akan terus mendorong pertumbuhan. “Lihat saja kota-kota satelit yang tumbuh di sekitar Jakarta,” kata Bill. Bill merupakan generasi kedua dari taipan properti keluarga Cheng, yaitu taipan properti yang memiliki dan mengoperasikan pembangunan properti Wing Tai Asia di seluruh Asia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini