Pengembang Properti di Malaysia Diduga 'Mainkan' Harga Jual

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis · Senin 24 Oktober 2016 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 21 470 1521301 pengembang-properti-di-malaysia-diduga-mainkan-harga-jual-Wdhv2fj6tr.jpg Ilustrasi: Shutterstock

KUALA LUMPUR - Kenaikan harga rumah di Malaysia dinilai tidak benar-benar terjadi secara organik. Bahkan kenaikannya diduga karena manipulasi oleh pengembang real estat.

Sekretaris Jenderal National Home Buyers Association (NHBA) Chang Kim Loong menyerukan agar pemerintah federal untuk menerapkan regulasi yang lebih kuat dan ketat untuk meminimalisir spekulasi di sektor properti.

"Saat ini pengembang terus meningkatkan harga baru secara artifisial dan kemudian memberikan potongan harga terhadap pembayaran DP (down payment)," kata Chang Kim seperti dikutip dari Property Report, Senin (24/10/2016).

Skema ini memungkinkan para spekulan untuk membeli properti di Malaysia secara massal karena peningkatan harga yang tinggi. Pengembang diduga melakukan manipulasi harga yang kemudian diimbangi dengan potongan down payment.

Dia menambahkan, selain praktik potongan DP atau rabat, pengembang juga tertarik dengan Bearing Scheme dan relaksasi pajak keuntungan dari properti sebagai faktor yang membuat inflasi harga rumah dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak berwenang di Malaysia melarang Bearing Scheme untuk kepentingan pengembang awal tahun ini.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini