60% Masyarakat Belum Bankable

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 26 Oktober 2016 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 26 320 1524959 60-masyarakat-belum-bankable-KvAxyygdJo.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SEMARANG - Saat ini, 60% masyarakat belum memiliki akses perbankan (bankable) dan pengetahuan mereka terhadap financial technology (fintech) pun masih sangat rendah. Padahal, fintech memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Iskandar Simorangkir menilai, peningkatan 10% penggunaan uang elektronik termasuk fintech dapat mendorong peningkatan transaksi perbankan sebesar 0,5%.

“Fintech ini bisa mempermudah perbankan sehingga tidak perlu ditakuti,” ujarnya di sela-sela diskusi publik bertajuk “Financial Technology, Era Baru Industri Keuangan” di Star Hotel Semarang.

Dia menerangkan, transaksi dengan fintech akan lebih mudah dan efisien. Masyarakat tidak perlu menarik uang dulu dan bisa disimpan di lembaga fintech sehingga bisa dipinjamkan yang membutuhkan. Meski begitu, kendala yang masih ditemui adalah gagap teknologi serta infrastruktur telekomunikasi yang belum menyentuh hingga pelosok daerah.

“Masih ada masyarakat merasa malu menempatkan keuangan di bank. Kuncinya adalah edukasi ke masyarakat terkait fintech dan perbaikan infrastruktur telekomunikasi,” katanya. Dia menegaskan, Bank Indonesia bersama sejumlah pihak terkait tengah mencermati industri tersebut sekaligus mematangkan regulasi terkait fintech.

Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen. Diakui, perlindungan konsumen masih lemah dan terjadi hampir di seluruh dunia. Peran regulator ini memastikan perlindungan konsumen serta melakukan harmonisasi dalam peraturan fintech. “Tantangan pertama adalah regulasi, fintech ini perlu diatur. Dalam konteks ketentuan harus ada perlindungan konsumen. Regulasi ini penting, tidak diregulasi saja orang menciptakan kartel,” katanya.

Regional Wholesales Head Bank Mandiri Bambang Sadnur Cahyo menambahkan, perbankan sangat concern terhadap teknologi.

“Sejak tiga tahun lalu sudah dirancang dengan penggunaan SMS banking dilanjutkan mobile banking, dan aplikasi lainnya. Di sisi lain, BI ingin uang beredar dikurangi. Kami memiliki emoney yang mudah dibeli dan diisi,” katanya. Dia mengharapkan, kemudahan bertransaksi semakin dirasakan masyarakat.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini