nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbitkan Peraturan Gedung Hijau, Pemerintah Bandung Hemat Listrik

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Kamis 27 Oktober 2016 18:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 10 27 470 1526196 terbitkan-peraturan-gedung-hijau-pemerintah-bandung-hemat-listrik-j9DNGjfSiS.jpg Ilustrasi: Shutterstock

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung hari ini resmi meluncurkan Peraturan Walikota Bandung Nomor 1023/2016 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk mengurangi konsumsi energi, emisi CO2, dan konsumsi air dari gedung bangunan. Penerbitan peraturan ini sejalan dengan upaya Kota Bandung untuk menjadi salahsatu kota pintar terkemuka di dunia yang ramah lingkungan dan memiliki warga dengan kualitas hidup yang tinggi.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan, apabila seluruh ketentuan diterapkan, maka ditargetkan pada 5 tahun ke depan kota Bandung dapat menghemat penggunaan listrik hingga 25%, dan air hingga 40%. Menurutnya sebagai salah satu kota besar di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan dan urbanisasi yang tinggi, Bandung perlu melakukan penghematan listrikdan air sehingga listrik dan air yang di hemat ini nantinya dapat digunakan bagi prioritas pembangunan lainnya, seperti LRT, dsb.

“Dalam lima tahun ke depan, diperkirakan akan ada lebih dari 2,7 juta meter persegi gedung yang akan telah mematuhi ketentuan yang ada di peraturan ini, atau hamper sejajar dengan 100 kali luas Gedung Sate, dengan penghematan listrik lebih dari 140 ribu MWh yang setara dengan lebih dari USD16 juta. Lingkup dari Peraturan Walikota ini meliputi seluruh bangunan baru, baik yang berskala besar (di atas 5.000 meter persegi), maupun bangunan kecil (kurang dari 5.000 meter persegi), termasuk rumah tinggal. Peraturan ini merupakan yang pertama di Indonesia yang memiliki persyaratan wajib dan sukarela dalam satu peraturan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10/2016).

Persyaratan wajib merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh tiap jenis bangunan dalam semua luasan, sementara persyaratan sukarela adalah tambahan persyaratan yang harus dicapai apabila pemilik atau pengelola bangunan menginginkan untuk memperoleh insentif yang dapat berupa tambahan luasan yang diizinkan untuk dibangun dan pengurangan pajak bumi dan bangunan.

Guna mempermudah implementasi Peraturan Walikota tersebut, diluncurkan beberapa perangkat alat bantu pendukung, yaitu situs www.distarcip.building.go.id/greenbuilding yang berisi berbagai informasi mengenai bangunan gedung hijau di Kota Bandung, system aplikasi online bagi pemohon Rekomendasi Teknis sebagai prasyarat untuk memperoleh IMB dan User Guide yang dapat digunakan sebagai petunjuk desain dan implementasi persyaratan bangunan gedung hijau.

Berbagai capaian ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan IFC (International Finance Corporation), bagian dari Kelompok Bank Dunia melalui kemitraan dengan Pemerintah Swiss dan Hongaria. Di bawah Indonesia Green Building Program, IFC mempromosikan efisiensi energy dan air pada bangunan gedung melalui penerapan kebijakan bangunan gedung hijau. Program ini juga selaras dengan agenda Pemerintah Indonesia untuk mengurangi efek gas rumah kaca hingga 29% pada 2030.

“Kami sangat bangga dapat menjadi mitra Pemerintah Kota Bandung dalam melaksanakan inisiatif ini. Di Indonesia, hampir 50% dari total konsumsi energy dihabiskan oleh sektor gedung bangunan dan kebanyakan dari gedung tersebut berada di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Bandung. Langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Bandung tidak hanya akan meningkatkan efisiensi energy namun juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk mengembangkan infrastruktur perumahan dan gedung yang ramah lingkungan,” ungkap Country Manager IFC Azam Khan. 

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini