Selama 35 Tahun, Industri Perfilman Nasional Jalan di Tempat

Hendra Kusuma, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2016 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 31 320 1528692 selama-35-tahun-industri-perfilman-nasional-jalan-di-tempat-5sf4TqrpIg.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyebutkan, industri perfilman nasional sudah sejak lama jalan di tempat atau tidak mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Triawan menjelaskan, berjalan di tempatnya industri film nasional lantaran ditutupnya akses para investor asing atau swasta masuk ke sektor tersebut.

"Selama 35 tahun itu dilarang investor asing berinvestasi, maka pengusaha lokal mengandalkan modal lokal," kata Triawan di Bina Graha, Jakarta, Senin (31/10/2016).

Triawan menyebutkan, tidak seperti negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Thailand yang pemerintahnya telah mengalokasikan dana dukungan bagi pelaku industri film di negaranya, atau yang disebut film fund. Di mana, dana tersebut diambil dari pajak hiburan perfilman.

Meski demikian, kata Triawan, pemerintah Indonesia telah memberikan kebijakan agar investor asing masuk pada industri perfilman nasional. Kebijakan tersebut masuk dalam paket deregulasi jilid X mengenai daftar negatif investasi (DNI).

Namun, tegas dia, para investor yang masuk akan membawa hasil riset atau feasibility study (FS) mengenai pengembangan industri perfilman nasional.

"Kalau sudah masuk membawa FS dan riset dan mengubah itu semua, tidak hanya di bioskop, tetapi juga digital, ini salah satu kebijakan yang harus dibuat, tanpa roadmap ini kita tidak bisa bergerak. Sekarang apapun yang masukan didapat diterima dan dibahas oleh pemerintah," tandasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini