nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Undang Sri Mulyani, Menperin Curhat Kesulitan Industri Pengolahan

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 01 November 2016 10:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 01 320 1529626 undang-sri-mulyani-menperin-curhat-kesulitan-industri-pengolahan-6Vt4WP0Whz.jpg Fashion Show "Industri Aneka, Kulit, Alas Kaki/Sepatu dan Feshen"

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghelat pameran dan fashion show "Industri Aneka, Kulit, Alas Kaki/Sepatu dan Feshen". Dalam acara kali ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan industri pengolahan ini.

Tiba sekira pulul 09.00 WIB, kedatangan Mantan Direktur World Bank ini disambut tepuk tangan meriah para peserta pameran di Ruang Garuda Kemenperin. Sri Mulyani mengaku kedatangannya kali ini hanya untuk melihat dan mendengarkan apa saja keluhan yang disampaikan para pelaku industri pengolahan seperti industri aneka, kulit, dan alas kaki/sepatu.

"Saya baru kemarin tahu kalau ada undangan dari Pak Airlangga (Menperin). Untuk itu saya datang ke sini untuk melihat dan mendengar apa sebetulnya sisi keluhan pelaku industri," ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun mengatakan, saat ini industri kulit, alas kaki, dan aneka merupakan industri yang saling terkait. Di mana hasil produksi industri penyamak kulit digunakan sebagai bahan baku industri alas kaki kasual dan industri barang dari kulit lainnya seperti dompet, tas, koper, jaket dan lainnya.

Tapi bahan baku industri penyamakan kulit berupa kulit hewan, terus mengalami permasalahan terkait kontinuitas pasokan dari dalam negeri maupun impor. "Kendala tata niaga dan peraturan teknis lainnya seperti permasalahan limbah, karantina serta ekspor kulit jadi yang perlu dikaji," ujarnya.

Permasalahan juga terjadi pada industri alas kaki dan sepatu, di mana ketergantungan terhadap bahan baku serta asesoris impor peraturan mengenai tenaga kerja asing yang dirasa cukup menyulitkan dan terbatasnya SDM industri yang kompeten.

Permasalahan lainnya juga dirasakan industri mainan, di mana masih banyaknya produk impor dengan harga murah membanjiri pasar dalam negeri serta ketergantungan impor bahan baku plastik. Pada industri alat olah raga kendala muncul adalah masih terbatasnya penggunaan produk alat olah raga dari industri dalam negeri untuk event olah raga nasional.

Sedangkan pada industri kacamata, produk dalam negeri kalah dengan produk impor karena persaingan harga serta standar yang belum diwajibkan pada produk kacamata.

Menurut Airlangga, permasalahan ini setidaknya diperlukan beberapa insentif yang dinilai berpotensi mendongkrak pertumbuhan dan mengatasi permasalahan pada industri sepatu, kulit dan aneka. Seperti tata niaga impor dan peraturan ekspor kulit mentah sebagai bahan baku industri kulit.

"Kemudian mempermudah impor kulit dari seluruh negara dengan tetap memperhatikan aspek ke mana memfasilitasi material center untuk industi alas kaki, meningkatkan kemampuan SDM industri melalui pendidikan vokasi, pembatasan pelabuhan impor untuk produk jadi, kemudahan memperoleh bahan baku," ujarnya.

Selain itu bertemu para pelaku usaha, Sri Mulyani juga menyempatkan diri menyaksikan acara fashion show produk dalam negeri seperti pakaian, tas, sepatu, kaca mata yang diperagakan para model profesional.

Sri Mulyani didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terlihat sangat menikmati acara fashion show yang tengah berlangsung. Sekedar informasi, Acara ini digelar pada 1-4 November 2016, di Ruang Pameran Kemenperin, Jakarta Selatan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini