Indonesia Belum Akui Kemerdekaan Kosovo

Sandy Adam Mahaputra, Jurnalis · Senin 18 Februari 2008 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2008 02 18 18 84380 DWMcndtRzb.jpg Rakyat Kosovo rayakan deklarasi kemerdekaan (AP)
JAKARTA - Pemerintah Indonesia belum mengakui deklarasi kemerdekaan Kosovo dari Serbia. Deklarasi tersebut dinilai dilakukan secara sepihak oleh Kosovo.

"Pemerintah RI akan mengikuti dari dekat perkembangan di Kosovo dan belum berada pada posisi untuk memberikan pengakuan atas pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh Kosovo tersebut," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Soerjo Legowo dalam rilis yang dikirim kepada okezone, Senin (18/2/2008).

Pemerintah, lanjut dia, menghormati sepenuhnya prinsip kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah setiap negara anggota PBB, yang merupakan prinsip yang dikandung dalam Piagam PBB dan Hukum Internasional.

Menurut Deplu, prinsip tersebut harus dijunjung tinggi oleh negara-negara, utamanya negara-negara berkembang yang masih menghadapi tantangan 'nation building mereka.

Namun demikian, pemerintah juga terbuka untuk melihat masalah Kosovo sebagai bagian dari rangkaian masalah khas yang dihadapi oleh bagian-bagian wilayah atau etnik dari bekas negara Federal Yugoslavia dalam 15 tahun terakhir, yang telah melahirkan sejumlah entitas (negara) merdeka.

"Sejak semula Pemerintah RI ikut mendorong agar status akhir dari masalah Kosovo diselesaikan secara damai melalui dialog dan negosiasi, sehingga apapun kesepakatan yang dicapai dari proses itu tidak menimbulkan ketegangan apalagi konflik baru di wilayah Balkan," paparnya.

Dilanjutkan dia, pemerintah menyesalkan telah terjadinya kegagalan dalam upaya menyelesaikan masalah Kosovo melalui dialog dan negosiasi tersebut, yang pada akhirnya telah mendorong pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh Kosovo.

"Pemerintah RI berharap pernyataan kemerdekaan itu tidak menimbulkan ketegangan dan konflik terbuka, khususnya dengan Serbia. Apalagi mengingat telah banyak jatuh korban selama ini di wilayah Balkan," tutup Kristiarto.

(jri.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini