nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang Dikebut

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 05 November 2016 12:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 05 320 1533780 pembebasan-lahan-tol-semarang-batang-dikebut-UOql6eBSB5.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SEMARANG - Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang seksi II terus dikebut. Setelah selesai di Kelurahan Purwoyoso, kini pembebasan lahan mulai masuk ke Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) Tol Batang- Semarang Seksi II Wibowo Suharto mengatakan, di Kelurahan Tambakaji ada sekitar 600-an bidang tanah warga yang terdampak jalan tol. Dari jumlah itu 400- an bidang tanah yang sudah setuju terhadap nilai apraisial.

“Pekan kemarin sudah mulai dilakukan apraisal guna validasi pencairan ganti rugi pembebasan lahan,” ucapnya kemarin. Sejauh ini tidak kendala dalam validasi pencarian ganti rugi lahan warga. Masyarakat yang terkena dampak jalan tol hanya menunggu proses persyaratan.

Diakui Wibowo, masih ada beberapa lahan yang belum tuntas pembebasannya. Antara lain tiga sekolah di Keluraan Beringin dan Ngaliyan, masingmasing SD Negeri Ngaliyan 2 dan SD Negeri Tambakaji 3 yang dipastikan tergusur dan direlokasi. Sementara untuk SMP Negeri 16 Semarang, yang terkena sebagian ruang kelas tidak direlokasi.

“Kalau tiga sekolahan itu lahannya aset pemerintah kota sehingga tak ada masalah apapun hanya tinggal direlokasi. Di mana dan kapan direlokasi, itu wewenang Pemkot Semarang,” tandasnya. Terkait tiga sekolah yang terkena dampak pembangunan tol Semarang-Batang, sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan mulai dilakukan relokasi.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo meminta agar relokasi sekolah yang tergusur tol tersebut harus dilakukan sebelum pembangunan tol di wilayah itu dimulai. Menurutnya, SD N Ngaliyan 2 sebenarnya telah memiliki lahan relokasi tapi belum ada kesepakatan dengan wali murid karena lokasi yang ditentukan berada di pinggir sungai dan aksesnya sempit.

“Tapi kalau yang SD Negeri Tambakaji 3, lokasinya sudah disepakati dan akan menempati lahan eks bengkok kelurahan yang tidak jauh lokasi sekolah tersebut,” katanya. Wali murid berharap relokasi dilakukan setelah dibangunkan gedung baru supaya tidak mengganggu proses belajar siswa.

“Kami berharap agar semua siswa maupun guru yang terkena dampak proyek pembangunan tol Batang-Semarang ini jangan sampai panik ataupun resah. Semua akan dicarikan solusi terbaik,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan masih membahas secara rinci terkait relokasi sekolah-sekolah yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang ini.(Hen)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini