Industri Galangan Kapal Keluhkan Kendala Fiskal

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 06 November 2016 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 06 320 1534189 industri-galangan-kapal-keluhkan-kendala-fiskal-Yp3M41LWE2.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) masih mengeluhkan beberapa kendala fiskal seperti pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea masuk dalam industri galangan kapal Tanah Air.

Menurut kalangan asosiasi, pemberian fasilitas pembebasan bea masuk melalui skema Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) kurang kondusif karena masih banyak komponen kapal yang tidak terduga harus diimpor. Selain itu, insentif tersebut hanya boleh diberikan bagi pembangunan kapal untuk keperluan pertahanan dan keamanan (hankam) serta kapal pelayaran.

Padahal, menurut Ketua Iperindo Eddy Kurniawan Logam, saat ini permintaan kapalkapal dari dalam negeri tidak ada yang digunakan untuk keperluan yang dimaksud. “Yang beli kapal dari Kementerian Perhubungan dan industri perikanan,” ujarnya di Jakarta.

Eddy mengatakan, saat ini komponen impor industri kapal masih besar berkisar 70- 80%. Beberapa komponen impor seperti mesin, pompa, alat navigasi masih dikenakan bea masuk.

“Ini yang kami harapkan tolong dihilangkan terlebih dahulu sehingga galangan kapal lokal bisa lebih efektif membangun galangan kapal bisa lebih efisien. Nanti ketika industri komponen dalam negeri bertumbuh, ya silakan dikenakan lagi,” ungkapnya.

Eddy menuturkan, saat ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada industri galangan kapal baru sekitar 20%. Namun, bukan hal yang tidak mungkin untuk meningkatkan TKDN menjadi 50% dalam lima tahun ke depan dengan dukungan dari seluruh stakeholder seperti pemerintah dan perbankan.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, kebutuhan komponen impor galangan kapal memang masih besar namun terkadang ada komponen impor yang tidak terduga harus diimpor.

“Dalam bangun kapal banyak sekali komponennya. Kemampuan di dalam negeri masih terbatas, mungkin ada tapi kapasitasnya tidak banyak. Kecuali baja, sudah bisa dipenuhi di dalam negeri,” ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini