Image

Meniru Semangat Baja Korea Bangun Industrialisasi Indonesia

ant, Jurnalis · Senin 07 November 2016, 20:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 11 07 320 1535337 meniru-semangat-baja-korea-bangun-industrialisasi-indonesia-vzWkW2cKev.jpg Ilustrasi : Okezone

SEOUL - Korea Selatan kini dikenal dengan kota-kota modern dan hegemoni budaya K-pop yang menggurita ke seluruh Asia bahkan dunia sehingga membuat orang-orang tertarik berkunjung ke negeri ginseng tersebut.

Berkunjung ke Seoul misalnya, nyaris selalu bisa dijumpai orang-orang berbahasa Indonesia di titik-titik destinasi wisata seperti di sepanjang Jalan Myeongdong dan Pasar Dongdaemun.

Di kedua tempat itu, para wisatawan biasanya belanja habis-habisan. Mereka berburu kosmetik buatan Korea yang katanya punya kualitas bagus atau pernak-pernik Korea lain.

"Kosmetik di sini harganya bisa sepertiga harga di Jakarta. Selain itu, kalau belanja di sini pilihannya bisa jauh lebih banyak. Di Jakarta kita cuma punya 10 pilihan merk, tapi di sini bisa sampai ratusan," kata Meilani Effendy, salah seorang wisatawan asal Jakarta di Seoul.

Selain belanja kosmetik, para pelancong bisa dipastikan juga merogoh koceknya untuk menikmati berbagai K-food yang juga kian populer seiring dengan makin banyaknya penggemar tayangan K-drama.

Namun, jauh sebelum Korea selatan menjadi seperti sekarang, negeri itu juga pernah terpuruk dalam kemiskinan.

Terpaut dua hari dengan Indonesia, Korea memproklamirkan kemerdekaannya dari Jepang pada 15 Agustus 1945.

Tak lama setelah itu, Korea mengalami perang saudara sekitar tahun 1950 hingga 1953 yang mencabik-cabik perekonomian dan stabilitas negara yang baru saja dibangun.

Pada saat itu, perekonomian rakyat hanya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan, namun para pemimpin Korea memiliki semangat baja untuk memajukan negaranya.

Salah satu tonggak kemajuan Korea adalah pada tahun 1960-an saat di mana Presiden Park Chung-hee berniat mentransformasi negara Korea yang agraris menjadi negara industri.

Presiden pun memformulasi rencana pembangunan lima tahun (1962-1967) untuk fokus membangun industri baja yang merupakan induk dari segala industri yang ada.

Presiden Park kemudian menunjuk Park Tae-joon dari kalangan militer untuk memimpin pembangunan industri baja Korea.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini