Minimalkan Pembebasan Lahan, Jalan Tol Yogya-Solo Akan Dibangun Melayang

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 08 November 2016 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 08 320 1535802 minimalkan-pembebasan-lahan-jalan-tol-yogya-solo-akan-dibangun-melayang-dJi1ik3sfD.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Usul pembangunan jalan Tol Yogya-Solo oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, direspon positif oleh pemerintah pusat.

Proyek itu bahkan menjadi salah satu prioritas pembangunan jalan tol di Indonesia, selain jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang yang juga menjadi prioritas lainnya.

Terkait hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) tengah melakukan kajian terhadap ruas Yogya-Solo yang diproyeksikan memiliki panjang 40,5 kilometer (Km) dengan nilai investasi mencapai Rp2,33 triliun.

Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono mengatakan, dalam pertemuan antara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, muncul gagasan membangun ruas tol tersebut secara melayang, agar tidak ada kesulitan dalam pembebasan lahan.

“Pak Sultan mengusulkan khusus Yogya-Solo bagaimana kalau dibikin elevated. Pakai elevated tidak pakai pembebasan lahan,” katanya, seperti dikutip dari Solopos.com, Selasa (8/11/2016).

Ruas itu nantinya akan disatukan dengan BPJT ruas Tol Cigatas yang diusulkan UEM Group Berhard asal Malaysia dan PT Jasa Marga (Persero). Kedua prakarsa tengah menyusun kajian feasibility study proyek ini. Namun, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan pelelangan Tol Cigatas terlebih dahulu.

Tak hanya itu, infrastruktur konektivitas baru juga akan dibangun menuju Kawasan Borobudur, yakni Jalan Tol Bawen-Yogyakarta. Dalam perencanaan KemenPUPR, studi kelayakan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta bakal dipercepat dari jadwal semula yang sedianya dilakukan pada 2018.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini