Image

200 Ekonom se-ASEAN Ngumpul di Yogyakarta

Prabowo, Jurnalis · Rabu 09 November 2016, 20:05 WIB
https img z okeinfo net content 2016 11 09 20 1537401 200 ekonom se asean ngumpul di yogyakarta sgCUSOp0ta jpg Foto: Prabowo/Okezone

YOGYAKARTA - Konferensi Internasional Federation of ASEAN Economist Associations (FAEA) ke-41 bakal dihelat di Yogyakarta pada Rabu hingga Jum'at, 23-25 November 2016. Tema yang diangkat Four Pillars of ASEAN Economic Community; Implementations, Prospects, & Challenges.

Sekira 200 para ekonom di negara-negara ASEAN itu akan membahas banyak hal tentang ekonomi. Bahkan, merembet ke sektor dunia pariwisata. Sebab, salah satu yang dibahas adalah bebas visa terpadu untuk negara-negara anggota ASEAN.

"Ambil contoh negara-negara Eropa yang menerapkan visa schengen yang bisa untuk kunjungan 22 negara anggota Uni Eropa, dan tiga negara non anggota," kata Panitia Pengarah FAFA Pos Hutabarat di Yogyakarta, Rabu (9/11/2016).

Dia memberi pandangan, jika bebas visa itu diterapkan untuk negara-negara anggota ASEAN, maka wisatawan tidak perlu lagi mengurus visa lagi negara tujuan di ASEAN. Sebab, dengan mengurus satu visa tersebut bisa digunakan untuk kunjungan beberapa negara.

"Misal wisatawan ingin mengunjungi Singapura, Malaysia, dan lainnya, bisa mengurus satu visa untuk negara-negara anggota ASEAN. Bebas visa terpadu untuk negara-negara anggota ASEAN akan mempermudah wisatawan yang akan mengunjungi objek-objek wisata di negara-negara ASEAN," jelasnya.

Para pemimpin ASEAN, kata dia, sudah sepakat mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 lalu dengan empat pilar, yakni pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi berdaya saing tinggi, pembangunan ekonomi setara, dan kawasan terintegrasi penuh dengan ekonomi global.

"Untuk mewujudkan empat pilar itu, bukan hanya pemerintah saja yang bekerja, tapi stakeholder lain termasuk akademisi, organisasi profesi, dan dunia usaha juga sangat penting," urainya.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta Lincolin Arsyad mengatakan, para peserta akan diajak ke beberapa destinasi pariwisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Borobudur dan Prambanan yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO menjadi salah satu tempat yang dikunjungi.

Forum ini juga sudah menjaring 28 paper hasil riset yang ditulis dosen, peneliti, mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Laos, Vietnam, Singapura, dan Thailand. Paper yang dipilih hasil seleksi dari call for paper yang dilakukan panitia pusat ISEI. Topik hasil riset bervariasi dan terkait kondisi ekonomi ASEAN.

Beberapa orang penting seperti Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Ahmad Zafarullah (Sekretariat ASEAN), Edimon Ginting (ADB Senior Economist), Enggartiasto Lukito (Menteri Perdagangan), Hans Anand Beek (World Bank Senior Economist), Muliaman D Hadad (Ketua PP ISEI), serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri akan hadir sebagai pembicara setelah pembukaan.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini