nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cadangan Migas Habis dalam 12 Tahun, Arcandra Sudah Siapkan Strategi

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 10 November 2016 18:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 10 320 1538255 cadangan-migas-habis-dalam-12-tahun-arcandra-sudah-siapkan-strategi-qnOhwC11RX.jpg Ilustrasi kilang minyak mentah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan cadangan terbukti (proven reserve) minyak Indonesia sebesar 3,8 miliar barel. Bila tingkat produksi minyak saat ini sekitar 800 ribu barel per hari (bph), maka produksi minyak Indonesia diperkirakan akan habis 12 tahun lagi.

"Apakah kita negara yang kaya akan migas? Ini pertanyaan yang selalu muncul. Kalau bicara cadangan itu sekitar menurut data yang diterima proven reserve 3,8 miliar barel. Kalau 3,8 miliar barel ini kita produksikan konstan 800 ribu barel per day, maka dalam 12 tahun kita sudah tidak bisa lagi produksi oil," ujarnya di Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Namun, berdasarkan data tersebut tidak serta merta dapat diartikan bahwa 12 tahun lagi minyak di Indonesia akan terkuras habis. Sebab, secara teori jika belum mampu menemukan seluruh atau 100% cadangan, otomatis juga belum dapat dikatakan cadangan minyak habis.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi yang lebih masif agar menemukan cadangan minyak baru di Indonesia. Dengan tujuan agar ketahanan energi nasional bisa dinikmati hingga generasi selanjutnya. Sementara, sumur yang bisa digali saat ini hanya 40%-50% dari cadangan yang ada dalam perut bumi.

"Kalau cadangan 12 tahun tadi dengan teknologi yang ada sekarang di situ lah kemampuan manusia mengambil oil 40-50% dari apa yang tersedia proven reserve di bawah," jelasnya.

Namun, bila suatu saat Indonesia berhasil menciptakan teknologi, maka cadangan 50%-60% akan bisa diambil. "Namun demikian, artinya produksi kita decline setiap tahunnya. Artinya bukan 12 tahun lagi, tapi panjang," papar dia.

"Tapi kalau produksi tetap 800 ribu per hari, maka 12 tahun tidak bisa lagi produksi oil. Dunia rata-rata dalam 50 tahun, maka tidak akan bisa lagi produksi oil. Tapi kasus declining-nya lebih panjang daripada itu," tukasnya.

(mrt)

Berita Terkait

Industri Minyak

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini