nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Perbedaan Usaha Gadai Konvensional dan Syariah

Dedy Afrianto, Jurnalis · Sabtu 12 November 2016 21:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 12 320 1539880 begini-perbedaan-usaha-gadai-konvensional-dan-syariah-KUzxQQxGbf.jpg Foto: Dedy/Okezone

BOGOR - Pegadaian merupakan salah satu bagian industri jasa keuangan yang dikenal oleh masyarakat luas. Melalui jasa gadai, masyarakat pun dapat memperoleh dana bermodalkan barang-barang pribadi yang dimiliki.

Namun, selain usaha gadai konvensional, kini juga berkembang pegadaian syariah. Perkembangan ini muncul seiring dengan tumbuhnya industri keuangan non bank syariah di Indonesia.

Lantas, apakah perbedaan antara pegadaian syariah dengan pegadaian konvensional?

Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah OJK Moch Muchlasin mengungkapkan, perbedaan utama adalah pada skema keuntungan dari pegadaian syariah. Pada pegadaian syariah, keuntungan tidak berasal dari bunga, melainkan biaya jasa penyimpanan.

"Kalau konvensional dihitung jumlah barangnya dan ada bunganya. Misalnya 2% dari emas. Nah itu enggak boleh kalau syariah. Kalau syariah ada save deposit atau jasa penyimpanan. Dari sana lah pergadaian syariah memperoleh keuntungan," ujarnya di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (12/11/2016).

Adapun kegiatan usaha yang dilakukan oleh pegadaian syariah di antaranya adalah penyaluran uang pinjaman berdasarkan hukum gadai, pelayanan jasa titipan barang berharga, dan pelayanan jasa taksiran. Kegiatan usaha ini dilakukan untuk memberikan pendapatan berdasarkan komisi atau fee based income.

Seperti diketahui, pegadaian syariah terus diminati oleh masyarakat. Aset pegadaian syariah pun mengalami pertumbuhan sejak tahun 2010 lalu. Khususnya untuk PT Pergadaian (Persero), OJK mencatat terjadi pertumbuhan aset dari Rp1,19 triliun pada tahun 2010 lalu menjadi Rp4,28 triliun per September 2016.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini