Share

Menteri Sofyan: Jawa Terancam Krisis Air

Hendra Kusuma, Jurnalis · Senin 14 November 2016 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 14 320 1540654 menteri-sofyan-jawa-terancam-krisis-air-K9QMJ6Pj8T.jpg Menteri ATR Sofyan Djalil (Foto : Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyadari bahwa beberapa waktu ke depan Indonesia telah dihadapkan dengan permasalahan krisis air, terutama di Pulau Jawa.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, secara undang-undang, penyelamatan air, hutan dan tanah memang harus segera dilakukan.

Kementerian ATR, kata Sofyan, hanya mengatur 37% luasan lahan Indonesia, lantaran 67% sisanya adalah hutan yang di bawah komando Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (LHK).

"Hutan itu adalah sumber air, hidrologi dan lain sebagainya," kata Sofyan saat acara Dialog Nasional Gerakan Nasional Penyelamatan Air di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Aturan pemerintah yang saat ini dinilai masih belum sesuai dengan realita yang ada, pasalnya sampai saat ini Indonesia khususnya Pulau Jawa sudah dibayang-bayangi krisis air dan juga kebanjiran terjadi di mana-mana.

"Maka dalam rangka revolusi mental maka ancaman ketersediaan air sangat riil, Jawa sudah terancam," tambahnya.

Menurut Sofyan, kunci kesuksesan negara-negara lain dalam mengamankan Sumber Daya Alam (SDA). "Keberhasilan itu adalah good policy, Singapura maju karena good policy. Korsel, Jepang maju dan sistem insentif pada good policy menjadi kuncinya, penataan ruang tanah, hutan," tandasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini