nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Samsung Akuisisi Harman Senilai Rp108 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 16 November 2016 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 16 278 1542684 samsung-akuisisi-harman-senilai-rp108-triliun-MNC7yP1Uwq.jpg Ilustrasi : Reuters

SEOUL – Samsung Electronics membuat gebrakan. Perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini akan mengakuisisi perusahaan pembuat suku cadang automotif Amerika Serikat (AS) Harman International Industries senilai USD8 miliar atau sekitar Rp108 triliun.

Akuisisi ini sebagai upaya Samsung memasuki pasar teknologi automotif untuk memproduksi mobil-mobil yang “terkoneksi”. Kesepakatan yang terbesar dalam sejarah perusahaan itu akan memberi peluang bagi raksasa teknologi itu untuk bergerak cepat mengatasi krisis meledaknya Galaxy Note 7 yang diperkirakan merugikan miliaran dolar serta merusak reputasinya.

“Anggota dewan Samsung telah menyetujui kesepakatan dengan perusahaan yang berbasis di Connecticut itu untuk USD112 per saham,” ungkap pernyataan Samsung, dikutip kantor berita AFP. Kesepakatan itu akan memberi peluang pada Samsung hadir di pasar global dengan mengusung suku cadang automotif yang terkoneksi secara online. “Harman secara sempurna melengkapi Samsung dalam hal teknologi, produk dan solusi.

Menggabungkan kekuatan merupakan perluasan alami strategi automotif yang telah kami harapkan,” ungkap Wakil Chairman Samsung Kwon Oh-hyun. “Harman memberikan fondasi kuat bagi Samsung untuk menumbuhkan platform automotif kami,” tambah Kwon. Harman selama ini memproduksi sistem audio canggih dan fitur hiburan terkoneksi internet untuk produsen mobil global, termasuk General Motors dan Fiat Chrysler.

Sedangkan Samsung Electronics merupakan unit dari Samsung Group yang memproduksi sejumlah barang elektronik mulai smartphone hingga perlengkapan rumah tangga dan semikonduktor. “Kesepakatan terbaru ini akan menawarkan peluang bagi Samsung untuk menggabungkan kepakaran Harman dalam bidang suku cadang automotif berteknologi tinggi dan teknologi semikonduktor serta mobile yang telah dimiliki,” papar pernyataan Samsung.

Samsung berharap dapat menyelesaikan proses kesepakatan itu pada kuartal III/2017, setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham Harman dan regulator terkait. Kesepakatan terbaru ini muncul saat raksasa elektronik Korsel berupaya mencari sumber baru untuk pertumbuhan, selain bisnis kunci perangkat mobile ketika pasar mulai lambat.

“Samsung berupaya mengisi kekurangannya dengan memasuki mesin pertumbuhan baru,” ujar Greg Roh, analis di HMC Investment Securities. Roh menilai ini merupakan langkah besar Samsung untuk memperkuat daya saingnya dalam sektor infotainment mobil. Samsung pada September lalu mengumumkan penarikan jutaan Galaxy Note 7 setelah muncul kasus perangkat itu menjadi overheating dan meledak.

Masalah itu meluas saat Samsung menemukan perangkat pengganti juga meledak dan Samsung pun menghentikan penjualannya. Roh menjelaskan, pencarian mesin pertumbuhan baru bertujuan memberi dorongan pada perusahaan, di tengah pemindahan kekuasaan pada Lee Jae-yong.

Grup Samsung pernah memasuki bisnis pembuatan mobil pada 1990-an, tapi kemudian terpaksa menjual bisnis itu pada produsen mobil asal Prancis, Renault, ketika terjadi krisis keuangan Asia pada 1997-1998. Kini ketika industri automotif mulai memasuki babak baru dengan penerapan sejumlah teknologi terbaru, Samsung tampaknya kembali melirik sektor tersebut sebagai salah satu mesin pendulangkeuntungan baru.

Berkantor pusat di Stamford, Connecticut, Harman beroperasi di benua Amerika, Eropa, serta Asia. Perusahaan itu memasarkan produk-produknya dengan lebih dari 20 merek, termasuk AKG Acoustics, AMX, Crown Audio, Harman/Kardon, Infinity, JBL, JBL Professional, Lexicon, Mark Levinson, Martin, Revel, Soundcraft, dan Studer.

Perusahaan itu didirikan oleh Sidney Harman dan Bernard Kardon pada 1953. Harman dan Kardon merupakan engineer melalui pelatihan dan pernah bekerja di Bogen Company. Kedua pendiri itu berkolaborasi untuk menciptakan industri baru: audio berkualitas tinggi. Harman membeli saham Kardon pada 1956 dan memperluas perusahaan itu menjadi raksasa baru dalam industri audio.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini