nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harus Investasi Jika Tidak Mau Bangkrut, Ini Alasannya

Agregasi Sabtu 26 November 2016 23:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 11 25 320 1551173 harus-investasi-jika-tidak-mau-bangkrut-ini-alasannya-S8nba7RhrC.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

INVESTASI adalah salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa para ahli keuangan begitu sering menggembar-gemborkan tentang investasi?

Terdapat setidaknya dua jenis investasi yaitu real aset dan financial aset. Investasi pada real aset bisa berupa emas dan properti, sayangnya investasi di real aset seperti properti membutuhkan modal yang sangat besar.

Investasi pada financial aset meliputi reksadana, saham, deposito, obligasi dan lain sebagainya. Investasi pada financial aset kini semakin terbuka bagi kamu yang mulai ingin mempelajari investasi, yaitu melalui reksadana yang sudah bisa dibeli hanya dengan Rp100.000.

Vice President Consumer Investment Business Head DBS Mus Hidayat memaparkan dua alasan kuat mengapa kamu harus investasi.

Saat ini kebutuhan semakin kompleks

Kebutuhan masyarakat saat ini semakin kompleks dibandingkan dahulu. Misalnya saja dalam hal pendidikan, jika dahulu anak-anak mulai sekolah di usia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak (TK), saat ini usia mulai usia 2 tahun pun anak-anak sudah mulai masuk sekolah.

Selain itu, terdapat pula berbagai tambahan kebutuhan, misalnya kebutuhan berlangganan TV kabel dan berlangganan internet. Internet seolah-olah sudah menjadi makanan pokok sehari-hari. Smartphone dan komputer harus senantiasa tersambung dengan koneksi internet. Dengan begitu, setiap bulannya kamu harus menyiapkan sejumlah uang untuk kebutuhan ini.

Dengan semakin kompleksnya kebutuhan, maka perlu perencanaan keuangan yang baik. Jika tidak, sulit sekali untuk mewujudkan berbagai tujuan keuangan kamu di masa depan. Investasi mampu menjawab kebutuhan sesuai kondisi di era sekarang. (Baca juga: Apa kerugiannya bila kekayaan tidak dikelola?)

Ingat, ada inflasi!

Rata-rata inflasi beberapa tahun terakhir mencapai di atas 7%. Rata-rata imbal hasil yang akan didapatkan dari investasi biasanya di atas inflasi. Kamu pun akan bisa melawan laju inflasi dengan berinvestasi.

Bayangkan jika hanya mengandalkan tabungan untuk mewujudkan keinginan-kenginan di masa depan?

Itulah dua alasan kuat mengapa kamu harus memulai investasi. Untuk memulainya terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui. Sebelum berinvestasi, kamu harus menentukan tujuan keuangan, apakah itu jangka panjang atau pendek. Jika kamu memiliki tujuan jangka pendek, jangan menggunakan instrumen investasi yang berisiko tinggi. (Baca juga: Mengapa butuh Wealth Manager untuk kelola kekayaan?)

Selanjutnya, kenali profil risiko agar disesuaikan dengan jenis investasi. Kemudian jangan lupa pelajari dan pilih pengelola investasi yang tepat. Selanjutnya jika sudah berinvestasi, lakukan monitoring secara periodik.

Selamat berinvestasi!

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini