Menperin Tidak Puas Dengan Penuruan Harga Gas Untuk Industri Pupuk

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 29 November 2016 15:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 11 29 320 1554235 menperin-tidak-puas-dengan-penuruan-harga-gas-untuk-industri-pupuk-3Bsd3P8Xvs.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan, harga gas industri yang telah ditetapkan pemerintah masih belum memiliki tingkat keefisienan, meskipun telah diputuskan berada di maksimal USD6 per mmbtu.

Pemerintah telah menetapkan harga gas industri kepada tiga sektor industri yang maksimal USD6 per MMbtu. Ketiga sektor tersebut adalah, industri pupuk, industri petrokimia, dan industri baja.

"Ya, memang kalau misalnya harga di plant gate-nya tidak di bawah USD6, apalagi untuk industri pupuk, itu daya saingnya tidak kompetitif. Kan tujuan kita untuk menurunkan harga gas itu supaya kompetitif. Dan penurunan harga gas itu dimungkinkan jadi ini yang sedang kita lihat," kata Airlangga di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Plan gate yang dimaksud, adalah penerapan harga terakhir gas industri sebelum masuk ke pihak konsumen. Kendati demikian, Airlangga menuturkan, penerapan harga industri pupuk sampai saat ini masih belum optimal meskipun telah diterapkan maksimal USD6 per mmbtu.

"Harusnya disamakan dengan ammonia. Ammonia itu best price-nya USD3. Sudah USD3 lalu pakai formula juga masih tidak masalah itu. Itu kan best price. Jadi kalau harga pupuknya naik, dia ikut naik harganya. Jadi gak ada persoalan," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Airlangga, Kementerian Perindustrian akan melakukan pendiskusian bersama dengan kementerian dan lembaga terkait mengenai pengoptimalan harga gas industri, khususnya pupuk. (dng)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini