Image

Mata Uang Venezuela Anjlok 55% Selama November

Raisa Adila, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 05:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 30 20 1555096 mata-uang-venezuela-anjlok-55-selama-november-M3qm3zMuH3.jpg Ilustrasi : Reuters

JAKARTA - Mata uang Venezuela bolivar terus mengalami kejatuhan. Selama November 2016, bolivar telah kehilangan 55% dari nilainya.

Melansir CNN, ini adalah tanda terbaru dari krisis ekonomi, politik dan kemanusiaan yang ekstrem di Venezuela. Harga pangan yang tinggi, kekurangan besar makanan dasar dan obat-obatan telah melanda Venezuela selama bertahun-tahun dan telah memburuk tahun ini.

Tidak hanya itu, inflasi di Venezuela diperkirakan akan meningkat 1.660% tahun depan, menurut IMF. Negara ini telah mengalami resesi selama tiga tahun hingga sekarang.

Nilai tukar USD1 setara dengan 1.567 bolivar pada tanggal 1 November. Namun, pada tanggal 28 November, dolar bernilai 3.480 bolivar pada tingkat resmi pertukaran yang secara luas dipantau oleh Dolartoday.com.

"Tidak ada yang ingin berpegang pada sesuatu yang akan bernilai 50% lebih sedikit dalam satu bulan," kata Managing Partner di Caracas Capital Markets Russ Dallen.

Beberapa faktor menjadi latar belakang bolivar terjun bebas. Pemerintah telah dipaksa untuk memompa uang tunai ke dalam sistem karena uang yang beredar tidak cukup untuk membayar barang yang harganya lebih banyak.

Selama musim panas, pemerintah meningkatkan jumlah bolivar 100% per bulan. Bahkan, pada pertengahan November, jumlah bolivar beredar telah meningkat 130% dibandingkan dengan tahun lalu, menurut statistik bank sentral.

Tapi dengan nilai bolivar jatuh secara dramatis, Venezuela berupaya mati-matian untuk menukar bolivar mereka ke dolar AS, yang dipandang sebagai mata uang lebih berharga dan stabil. Itu menyebabkan kelangkaan dolar dan mendorong nilai dolar terhadap bolivar lebih tinggi.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini