Image

Krisis Venezuela, Harga Pangan Meroket hingga Mata Uang Anjlok

Raisa Adila, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 06:19 WIB
https img k okeinfo net content 2016 11 30 20 1555102 krisis venezuela harga pangan meroket hingga mata uang anjlok NRJ4XxoZgl jpg Ilustrasi : Reuters

JAKARTA - Venezuela telah mengalami tanda-tanda terbaru dari krisis ekonomi, politik dan kemanusiaan yang ekstrem. Nilai mata uangnya, bolivar, anjlok hingga 55%.

Nilai tukar USD1 setara dengan 1.567 bolivar pada tanggal 1 November. Namun, pada tanggal 28 November, dolar bernilai 3.480 bolivar.

Tidak hanya itu, inflasi di Venezuela diperkirakan akan meningkat 1.660% tahun depan, menurut IMF. Negara ini telah mengalami resesi selama tiga tahun hingga sekarang.

Padahal, pemerintah sangat membutuhkan uang karena harga minyak tetap rendah dan harus melakukan pembayaran utang. Venezuela secara resmi bisa default pada pertengahan Desember jika tidak membayar utangnya.

"Ini benar-benar sebuah mata uang tidak berharga," kata Kepala Strategi Nomura Hodings Siobhan Morden.

Berikut beberapa kejadian yang dialami Venezuela dalam masa resesi melansir CNN.

1. Harga pangan meroket

Hal ini karena pemerintah berhenti melakukan beberapa kontrol harga menyusul kelangkaan pangan. Banyak vendor telah berhenti menjual makanan karena kontrol harga itu membuat mereka dalam kerugian. Sekarang, dengan kontrol harga yang tidak ada, makanan yang tersedia di rak-rak supermarket dihargai cukup tinggi.

2. Pemerintah baru-baru meningkatkan upah minimum sebesar 40%

3. Venezuela sepenuhnya membuka kembali perbatasannya dengan Kolombia awal musim panas ini

Hal ini memungkinkan Venezuela untuk pergi dan menukar uang demi membeli makanan dasar dan obat-obatan. Tentu saja mendorong permintaan untuk dolar dan membuat bolivar menghilang dari peredaran.

4. Pemerintah memotong kebutuhan kas di bank di Venezuela, yang juga membantu menekan jumlah bolivar beredar.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini