Image

Menanti Data Inflasi November 2016

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 06:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 30 20 1555532 menanti-data-inflasi-november-2016-4z6MeyVbGJ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis data inflasi sepanjang November 2016. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memproyeksikan laju inflasi pada November 2016 akan lebih tinggi ketimbang inflasi pada Oktober 2016. Adapun inflasi pada Oktober, adalah sebesar 0,14%.

"Inflasi dari administrated price itu rendah sekali, tapi pangan tetap ada (pengaruh ke inflasi). Mungkin November inflasi, saya tidak tahu juga berapa angkanya, tapi akan lebih tinggi dari sebelumnya (Oktober)," ujar Darmin beberapa waktu lalu.

Hal ini disebabkan oleh beberapa sektor. Diantaranya adalah Kondisi cuaca yang kurang baik, tentu mempengaruhi produktivitasnya. Apalagi musim saat ini sangat mempengaruhi komoditas cabai dan bawang.

Senada dengan Darmin, Bank Indonesia (BI) menyebutkan, inflasi hingga minggu ketiga November mengalami tekanan hingga berada di kisaran 0,39%.

Gubernur BI Agus Martowadojo mengatakan adanya tekanan pada inflasi di minggu ketiga November dipicu oleh kenaikan harga-harga pangan strategis. Misalnya saja cabai merah, bawang dan cabai rawit.

Menurut Agus, secara kondisi umum penyebab merangkak naiknya tingkat inflasi ini lantaran adanya musim La Nina yaitu sebuah masa basah yang berkelanjutan atau musim hujan. Kondisi ini memberikan dampak pada produktifitas daripada pangan itu.

Sementara untuk kondisi khusus, lantaran adanya suatu virus yang menggerogoti pangan-pangan strategis tersebut.

"Misal di daerah Sumatera Utara gitu sedang ada virus kuning dan virus itu membawa pengaruh kepada gagalnya panen cabai dan itu membuat kondisi ketersediaan cabai di pasar menjadi terbatas dan membawa tekanan kepada inflasi," kata Agus beberapa waktu lalu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini