Image

Era Digital di Indonesia Takkan Sama Persis dengan di AS

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 30 November 2016, 18:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 11 30 278 1555430 era-digital-di-indonesia-takkan-sama-persis-dengan-di-as-AzFhmqT3qe.jpg CEO MNCN David Fernando Audy (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pangsa pasar televisi dan digital di Amerika Serikat (AS) perbandingannya hampir berada dalam posisi sama yakni masing-masing 37% dan 31%. Artinya, negara yang dijuluki Paman Sam ini secara perlahan telah mulai mengadopsi era digital.

Direktur Utama (Dirut) PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) David Fernando Audy mengatakan Indonesia tidak akan pernah bisa mengadopsi era digital secara utuh layaknya di AS. Arahnya tidak akan sama persis, namun hanya lebih kepada sedikit mengarah ke sana.

"Indonesia enggak akan pernah jadi persis seperti AS. Apakah Indonesia akan kayak AS? Ya engga akan persis kayak AS, arahnya mungkin sedikit meniru, tapi tidak akan pernah Indonesia kayak AS," ujarnya dalam acara diskusi Forbes Global CEO Conference ke-16 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Alasannya, kata David, penetrasi broadband internet di AS sudah sangat tinggi. Itu terlihat dari hampir seluruh rumah tangga di sana sudah memiliki jaringan internet.

Sedangkan di Indonesia tidak akan bisa mampu menciptakan penetrasi broadband internet layaknya di AS. Sebab, sekira 70% wilayah Indonesia merupakan air.

"Indonesia enggak akan kayak di AS, karena kita negara terlalu luas pulaunya 18 ribu, terus 70% teritori Indonesia itu air laut, jadi enggak mungkin kita punya internet secanggih di AS," paparnya.

Diperkirakan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, hanya 10 kota besar Indonesia yang mampu menikmati penetrasi broadband internet secara maksimal. Sementara ribuan kota-kota lainnya tidak akan bisa demikian. Kecuali jika pemerintah ingin membangun fasilitas jaringan broadband layaknya di China.

"Masih ada 3.000-5.000 kota yang itu enggak akan pernah bisa internet broadband yang bagus. Karena memang secara ekonomis tidak visible. Kecuali kalau pemerintah mau bangunkan kayak di China. Itu kan semua dibangun oleh pemerintah. Kalau di sini kan semua swasta juga," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini