Image

Kawasan Kumuh Akan Terus Ditata

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 30 November 2016, 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 11 30 470 1554895 kawasan-kumuh-akan-terus-ditata-gX92tnbPEA.jpg Ilustrasi (okezone)

INDRAMAYU - Penataan kawasan kumuh menjadi salah satu fokus pemerintah pusat maupun daerah. Program penataan kawasan kumuh bertujuan agar kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman tersebut lebih baik.

Seperti halnya di Indramayu, pemerintah daerah setempat terus menata kawasan kumuh. Hingga 2019 nanti, penataan akan diprioritaskan di lima kawasan kumuh yang tersebar di Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan penyusunan rencana pengembangan peningkatan kawasan pemukiman (P2KP), kelima kawasan kumuh tersebut terdapat di Kecamatan Karangampel, Kandanghaur, Patrol, Jatibarang, dan Indramayu dengan total luas mencapai 671 hektare. “Sebenarnya kawasan kumuh cukup banyak, tapi kami prioritaskan penanganan di lima kawasan itu terlebih dahulu,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu Didi Supriadi.

Dari total luas kawasan kumuh tersebut, 180 hektare di antaranya akan ditangani pemerintah pusat. Sementara sisanya, ditangani Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Indramayu. “Pemkab Indramayu berbagi tugas soal kewenangannya, apakah ditangani oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemkab,” katanya.

Tahun depan, lanjut Didi, pihaknya sudah mendapatkan sinyal dari Pemprov Jabar terkait penataan kawasan kumuh di Desa/Kecamatan Jatibarang. Dalam rencana tersebut, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan dana sebesar Rp2,4 miliar. “Daerah itu selama ini menjadi langganan banjir. Itu target tahun depan untuk dilakukan penataan,” tambahnya.

Didi menjelaskan, program penataan kawasan kumuh bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut akan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Adapun sasaran penataan itu, di antaranya saluran air yang tidak teratur dan tersumbat, jalan desa yang becek, sanitasi lingkungan yang buruk, dan penerangan jalan umum (PJU).

“Program penataan kawasan kumuh di Kabupaten Indramayu sendiri telah dimulai sejak 2015 lalu di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Kini, kawasan yang sebelumnya kumuh itu sudah tertata baik,” terangnya. Selain di Desa Eretan Kulon, penataan kawasan kumuh juga telah dilakukan di Kecamatan Indramayu.

Namun, penataan kawasan di lokasi tersebut diakui Didi belum terintegrasi seperti halnya di Desa Eretan Kulon. Dimintai tanggapannya, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu Azun Mauzun mengatakan, penataan kawasan kumuh harus diawasi ketat, sehingga pengerjaannya tidak asal-asalan.

“Masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasannya dan mereka harus tahu kemana harus melapor jika menemukan indikasi pelanggaran dalam pengerjaan proyek itu,” tegasnya. Azun pun berharap, penataan kawasan kumuh juga dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kawasan yang sudah ditata. Dengan demikian, kawasan yang telah ditata tidak cepat rusak. (fir)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini