Image

Ikut Tax Amnesty, Sri Mulyani: Sarana untuk Hijrah

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 07:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 01 20 1555739 ikut-tax-amnesty-sri-mulyani-sarana-untuk-hijrah-84C2kHeNXp.jpg Sri Mulyani (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam program tax amnesty. Pasalnya, program ini mampu untuk meningkatkan penerimaan negara sehingga berdampak pada pembangunan negara. Menurut Sri Mulyani, hal ini merupakan cara untuk hijrah demi pembangunan Indonesia.

"Ini adalah untuk hijrah. Perbaiki semua yang harus dibayar. Saya yakin yang duduk di sini pasti bayar 25% tarif normal," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Pertamina.

Menurut Sri Mulyani, dengan ikut serta dalam program tax amnesty, maka hal ini berarti sama halnya dengan menyumbang terhadap pembangunan negara. Berbagai sektor pun dapat dibangun dengan dana ini.

"Rp1 triliun bisa bangun 155 km jalan, 3.514 meter jembatan, 52.631 hektare sawah, 9,4 ribu gaji guru senior. Sama dengan gaji 10 ribu TNI/Polri yang besok kerja keras karena demo, bantu 1 juta ibu hamil. Kalau ada CSR seperti ini bayangkan saja. Padahal kami enggak pernah pasang iklan, tidak seperti BUMN," ungkap Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, terdapat berbagai tantangan dan gejolak ekonomi yang akan dihadapi oleh Indonesia sepanjang tahun 2017 mendatang. Pajak pun dapat dimanfaatkan sebagai instrumen daya tahan bagi ekonomi Indonesia.

"Hari ini ada pertemuan OPEC, kita masih lihat apakah harga minyak akan naik atau tidak. Lalu juga kondisi politik tahun depan Prancis dan Jerman ada pemilu. Kita harus memunculkan trust," jelasnya.

"Kemampuan negara hanya mampu untuk menetralkan pelemahan ekonomi itu 15,5%. Negara ada batas defisit, tidak seperti Brasil bisa sampai 9%. Jadi kita berharap melalui tax amnesty," imbuhnya.

Sri Mulyani pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap percaya dengan pemerintah. Kasus OTT Pegawai Pajak pun diharapkan tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak lagi membayar pajak.

"Dulu ada Gayus sekarang ada HS (Handang Soekarno). Kenapa harus bayar pajak? Bukannya tidak ada masalah, kami akan bersihkan tapi itu tidak jadi alasan kalau tidak bersih saya tidak bayar pajak. Kita buat UU tax amnesty mati kita buat lembaran baru," jelasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini