Image

DPR Minta Efisiensi Biaya Sistem Pembayaran

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 10:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 01 20 1555840 dpr-minta-efisiensi-biaya-sistem-pembayaran-yU4FYDsPn2.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA – Komisi XI DPR meminta kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang terpilih dapat menekan biaya untuk lembaga penyelenggara sistem pembayaran.

Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng mengatakan, Deputi Gubernur BI yang baru nanti akan menggantikan posisi Gubernur BI Ronald Waas yang membawahi bidang sistem pembayaran. Dia berharap, deputi yang terpilih mampu menguasai kebijakan sistem pembayaran. ”Banyak isu sistem pembayaran yang penting untuk dijelaskan, apa lagi pemerintah sudah mulai memberi bantuan sosial secara nontunai,” kata Mekeng di Jakarta kemarin.

Komisi XI DPR telah mengadakan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) kepada calon Deputi Gubernur BI yang baru. Sejauh ini BI telah mengajukan tiga nama calon pengganti Deputi Gubernur BI Ronald Waas ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berasal dari internal BI, yakni Dody Budi Waluyo, Hendy Sulistiowati, dan Sugeng. Pada saat melakukan uji kelayakan dan kepatuhan, dia meminta calon Deputi Gubernur BI untuk memaparkan strategi pengembangan sistem pembayaran pada beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, strategi pengembangan tersebut harus mampu membuat biaya yang dibebankan kepada masyarakat lebih rendah, namun tetap efisien untuk lembaga penyelenggara sistem pembayaran. ”Anda harus bandingkan di Amerika Serikat, Korea Selatan, bagaimana mengenai sistem pembayaran,” tambahnya. Sementara, Wakil Ketua Komisi XI DPR Jon Erizal mengatakan, pemilihan Deputi Gubernur BI ini merupakan hal penting karena akan dibahas terkait strategi sistem pembayaran agar mampu meningkatkan pendapatan ke negara.

”Kita membutuhkan Deputi Gubernur BI yang bisa menguntungkan bangsa melalui sistem pembayaran,” imbuhnya. Di tempat yang sama, salah satu calon Deputi Gubernur BI Budi Waluyo memaparkan, terdapat lima hal yang akan menjadi fokus utamanya dalam meningkatkan pendapatan negara. Dia pun berharap, hal tersebut meraih dukungan dari berbagai pihak. ”Strategi utama yaitu kegiatan masih pembayaran nontunai.

Kedua, dorongan kepada UMKM untuk lebih go digital,” ujarnya. Lebih lanjut Budi memaparkan, poin ketiga yaitu meningkatkan kapabilitas dan kapasitas lembaga nasional agar berdaya saing tinggi. Sedangkan poin keempat, menjadikan rupiah tuan rumah di negerinya sendiri.

”Poin terakhir, yakni peralihan denominasi uang kertas dengan uang logam atau koinisasi, penggunaan koin lebih tahan lama, efisien, dan tidak mudah dipalsukan,” tutupnya. Bank Indonesia akan melakukan penggantian dua anggota Dewan Gubernur yang akan habis masa jabatannya, yaitu Deputi Gubernur BI Ronald Waas dan Deputi Gubernur BI Hendar.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini