Image

BI Perkirakan Surplus NPI USD10 Miliar

ant, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 13:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 01 20 1556083 bi-perkirakan-surplus-npi-usd10-miliar-jAdseBvBVI.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2016 mencetak surplus di kisaran USD10 miliar, atau berbalik setelah pada 2015 ambruk dengan defisit USD1,1 miliar.

"Dengan repatriasi dan 'capital inflow', tahun ini surplus secara keseluruhan bisa USD10 miliar atau bahkan lebih," kata Mirza dalam seminar "Arah Kebijakan Bank Indonesia 2017" di Jakarta, Kamis.

Sepanjang 2016, neraca pembayaran Indonesia mencatatkan tren positif dengan keberlanjutan surplus di pertengahan tahun setelah defisit akibar "pukulan ekonomi eksternal" pada 2015.

Hanya pada kuartal I 2016, neraca pembayaran defisit sebesar USD300 juta. Kesenjangan itu karena masih lemahnya kinerja neraca perdagangan dan belum membaiknya arus modal asing.

Di kuartal II-2016, neraca pembayaran telah surplus sebesar USD2,2 miliar, dan selanjutnya pada kuartal III-2016, neraca pembayaran berlebih 5,5 miliar dolar AS.

Mirza meyakini dana repatriasi dari amnesti pajak akan semakin menggeliat hingga akhir tahun. Di akhir 2016, diperkirakan komitmen repatriasi sebesar Rp140 triliun di periode I amnesti pajak (Juli-September 2016) bisa terealisasi.

Selain itu, Mirza juga melihat tren surplus neraca perdagangan hingga November 2016 akan memperkecil defisit transaksi berjalan.

Di kuartal III-2016, defiist transaksi berjalan mengecil menjadi 1,8% terhadap PDB atau sebesar USD4,5 miliar.

Mirza meyakini defisit transaksi berjalan sepanjang 2016 akan berada di 2-2,5% dari PDB.

Neraca pembayaran merupakan indikator kegiatan transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dengan penduduk mancanegara. Transaksi NPI mencakup transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini