Image

Wall Street Mixed di Tengah Lonjakan Minyak dan Data Ekonomi

ant, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 07:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 12 01 278 1555727 wall-street-mixed-di-tengah-lonjakan-minyak-dan-data-ekonomi-rUYMYDc8rs.jpg Ilustrasi : Okezone

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan reli tajam harga minyak di tengah sejumlah laporan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 1,98 poin atau 0,01% menjadi berakhir di 19.123,58 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 5,85 poin atau 0,27% menjadi ditutup pada 2.198,81 poin dan indeks komposit Nasdaq berkurang 56,24 poin atau 1,05% menjadi 5.323,68 poin.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu memutuskan untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari, menetapkan pagu produksi minyak di 32,5 juta barel per hari.

Pengurangan produksi itu efektif dari 1 Januari 2017, dan merupakan pengurangan minyak pertama kartel sejak 2008. Pengurangan ini sedang dikoordinasikan dengan negara non-OPEC, Rusia, yang berjanji akan memangkas produksinya 300.000 barel per hari.

Kedua kontrak, minyak mentah AS dan minyak mentah Brent meroket sekitar sembilan persen pada Rabu, menyusul berita kesepakatan pemotongan produksi OPEC. Terangkat oleh harga minyak yang melonjak, sektor energi naik tajam 4,82% sebagai peraih keuntungan terbesar (top gainers) dalam sepuluh sektor S&P 500.

Di sisi ekonomi, pendapatan pribadi AS pada Oktober meningkat USD98,6 miliar, atau 0,6%, mengalahkan konsensus pasar 0,4%, menurut Departemen Perdagangan, Rabu.

"Sejak Mei, pertumbuhan pendapatan pribadi telah mengalami percepatan dari 3,4% menjadi 3,9%. Inflasi inti telah mengalami akselerasi dari 1,31% pada Juli 2015 menjadi 1,74%, tertinggi dalam dua setengah tahun terakhir. Keduanya memberikan alasan bagi FOMC untuk menghapus beberapa kebijakan akomodatif, yang adalah bagaimana mereka mencirikan keputusan suku bunga Desember mereka," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Sementara itu, lapangan kerja sektor swasta AS meningkat 216.000 pekerjaan dari Oktober ke November, jauh di atas perkiraan pasar, menurut ADP National Employment Report untuk November pada Rabu.

Angka ADP diawasi ketat sebagai pra-indikator untuk laporan pekerjaan non pertanian yang akan dirilis pada Jumat (2/12).

Laporan survei Beige Book Federal Reserve AS yang dirilis pada sore hari juga dalam fokus. Laporan dari dua belas distrik Federal Reserve mengindikasikan bahwa perekonomian terus berkembang di sebagian besar wilayah mulai awal Oktober sampai pertengahan November, kata Beige Book.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini