Image

TOP BISNIS: Subsidi Listrik Dicabut hingga Demo 212 Minta Upah Naik

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016, 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 01 320 1556503 top-bisnis-subsidi-listrik-dicabut-hingga-demo-212-minta-upah-naik-bSIGPXHojj.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, mengumumkan akan meninggalkan kerajaan bisnisnya untuk memusatkan perhatian pada kepresidenan. Trump tak memberikan banyak rincian namun akan menjelaskan rencana tersebut dalam konferensi pers bulan depan.

Selain itu, Tarif listrik menjadi sumber pengeluaran jutaan keluarga menengah yang cukup besar tahun depan. Sebab pemerintah telah memutuskan untuk memperluas penghapusan subsidi listrik bagi para pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Namun, Serikat pekerja seluruh Indonesia berencana melayangkan aksi penolakan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2017 sebesar 8,25%. Penolakan yang dibalut dengan aksi unjuk rasa (demonstrasi) ini akan dilakukan pada 2 Desember 2016.

Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.

Ini Alasan Donald Trump Siap Tinggalkan Kerajaan Bisnisnya

Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, mengumumkan akan meninggalkan kerajaan bisnisnya untuk memusatkan perhatian pada kepresidenan. Trump tak memberikan banyak rincian namun akan menjelaskan rencana tersebut dalam konferensi pers bulan depan.

Langkah itu juga sekaligus untuk menghindari konflik kepentingan antara bisnisnya dan kepresidenan. Sebelumnya dia sudah menepis kekhawatiran berbagai pihak akan konflik kepentingan tersebut.

Pengumuman tersebut dilakukan lewat empat pesan Twitter yang seluruhnya diterbitkan dalam waktu 20 menit. Dia mengatakan, tidak ada persayaratan hukum untuk melikuidasi aset-asetnya namun pada masa sebelumnya, Presiden AS menyingkirkan urusan bisnisnya.

Taipan properti ini diperkirakan Majalah Forbes memiliki kekayaan sebesar USD3,7 miliar atau sekira Rp50 triliun dengan lebih dari 500 perusahaan dalam kerajaan bisnisnya.

Dalam wawancara dengan koran New York Tomes beberapa waktu lalu, presiden yang akan resmi menjabat pada 20 Januari mendatang ini mengatakan, sedang mempertimbangkan untuk memisahkan dua tanggung jawabnya -bisnis dan kepresidenan- namun yakin bisa menjalankan keduanya 'dengan sempurna'.

Dia juga pernah menyatakan mungkin akan menyerahkan bisnis kepada ketiga anaknya yang dewasa -Ivanka, Eric, dan Donald Jr- yang saat ini memang sudah memegang jabatan dalam kerajaan bisnis Trump.

Sementara itu, mantan eksekutif perusahaan keuangan Goldman Sachs, Steven Mnuchin, sudah mengukuhkan dia ditunjuk sebagai Menteri Keuangan sedangkan miliuner Wilbur Ross menjabat Menteri Perdagangan.

Subsidi Listrik Dicabut, Bagaimana Dampaknya terhadap Inflasi?

Jika selama ini pencabutan subsidi listrik berlaku bagi para pelanggan golongan 1.300 volt ampere (va) ke atas, kini diperluas hingga golongan tarif 900 va.

Rencananya, kenaikan tarif listrik bagi golongan pelanggan 900 va ini dilakukan secara bertahap selama tiga kali, mulai Januari, Maret, dan Mei 2017. Masing-masing kenaikannya sebesar 32%.

Pada Januari 2017, tarif listrik bagi golongan ini akan naik dari posisi saat ini Rp585 per kilowatt jam (kwh) menjadi Rp774 per kwh pada Januari. Kemudian, tarifnya meningkat lagi menjadi Rp1.023 per kwh pada Maret dan menjadi Rp1.352 per kwh pada Mei atau mengalami kenaikan sekitar 131% pada Mei 2016 dari saat ini.

Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, kenaikan subsidi listrik memang akan berpengaruh pada inflasi. Hanya saja, hal ini diyakini tetap akan dapat dikendalikan oleh pemerintah.

"Maka dari itu kenapa penting bagi pemerintah untuk melihat. Pada waktu kita lihat subsidi listrik 2017 berapa besarannya. Itu yang kemudian kita hitung dampaknya pada inflasi 2017," tuturnya dalam acara Seminar Arah Kebijakan BI 2017 di Hotel Kempinski.

Diharapkan, pengendalian inflasi ini dapat dilakukan oleh pemerintah. Dengan begitu, maka BI dapat kembali melakukan pelonggaran kebijakan moneter pada tahun 2017 mendatang.

"Karena orang selalu melihat kebijakan moneter pada inflasi harus dalam rentang yang baik," tutupnya.

Demo 212, Buruh Ingin Naik Gaji 20%

Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat menuturkan, akan ada 2.000–5.000 pekerja yang turun melakukan aksi demo 2 Desember. Beberapa tuntutan pun sudah disiapkan dan akan disuarakan pekerja. "Tuntutan aksinya ada empat. Pertama, tentu soal upah. Kita tuntut naikkan upah 15–20%," tuturnya kepada Okezone.

Kemudian tuntutan kedua, mendesak Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan buruh tentang judical riview (JR) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 untuk dicabut.

Mirah mengatakan, permohonan JR sudah memasuki sidang pertama. Aspek pun berharap akan ada sidang lanjutan sampai PP Nomor 78 Tahun 2015 dicabut. "Terakhir tuntutan kami, berlakukan upah minimum sektoral di kabupaten/kota dan provinsi," tuturnya.

Sekadar diketahui, serikat pekerja menganggap penetapan UMP menggunakan formula PP Nomor 78 Tahun 2015 bertentangan dengan Undang-Undang yang ada. Pasalnya, serikat berpegang pada UU Nomor 13 Tahun 2013 untuk perhitungan pengupahan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini