">

Daerah Gencar Bangun Pedestrian Ramah Pejalan Kaki

ant, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016, 11:31 WIB
https img okeinfo net content 2016 12 01 470 1555879 daerah gencar bangun pedestrian ramah pejalan kaki QgiQXYaAZS jpg Ilustrasi (okezone)

BOGOR - Pembangunan trotoar untuk pedestrian dan jalur sepeda di seputar Kebun Raya dan Istana Bogor ditargetkan rampung pada 22 Desember 2016.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dengan adanya pembangunan pedestrian tersebut, maka Kota Bogor pun bisa menjadi ramah bagi pejalan kaki.

"Bertahap Bogor menuju ke arah transportasi ramah lingkungan, mendorong masyarakat berjalan kaki dan bersepeda serta menggunakan angkutan umum," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, di Bogor.

Bima mengatakan, pembangunan trotoar seputar Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan trotoar terluas di pusat kota, yaitu memiliki panjang empat kilometer dan lebar empat meter serta menghabiskan dana sebesar Rp32,3 miliar.

Pembangunan mulai dikerjakan 26 Juli 2016, terbagi dalam empat tahapan pengerjaan, yakni tahap pertama di Jl Pajajaran mulai dari Tugu Kujang sampai Pintu Tiga Kebun Raya Bogor sepanjang 348 meter dan lebar tujuh meter.

Tahap kedua dimulai dari Jl Jalak Harupat sepanjang 1.040 meter persegi dengan lebar lima meter. Lalu tahap ketiga, rehabilitasi trotoar Jl Juanda sepanjang 1.680 meter persegi dengan lebar 2,5 meter. Tahap keempat di Jl Otista yakni sepanjang 700 meter.

"Tahap keempat cukup banyak pekerjaannya, jalur pertama sepanjang 700 meter dan kedua 2,5 meter," katanya lagi.

Selain membangun trotoar, juga dilakukan pelebaran Jembatan Otista II sepanjang 12 meter dengan lebar enam meter, dan pembangunan turap (TPT) sepanjang 100 meter dengan tinggi 3,5 meter.

"Terakhir ada peningkatan 'overlay' di Jl Otista sepanjang 700 meter dengan lebar 15 meter," kata politisi PAN tersebut.

Menurut Bima, pejalan kaki merupakan prioritas, hirarki pertama dalam transportasi. Karena itu, menurutnya, kehadiran trotoar menjadikan Bogor surga bagi pejalan kaki, dan pemkot setempat mendorong masyarakat mau berjalan kaki.

"Jangan sampai trotoar ini jadi surganya PKL, harus menyiapkan sistem untuk mengawasi, rencananya akan menambah personel Satpol PP berkoordinasi dengan DKP dan DLLAJ, agar tidak ada titik yang luput harus bersih dari PKL," katanya lagi. (fir)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini