Image

Amnesti Pajak, Pengajuan KPR Bakal Meningkat hingga 2020

Agregasi Kamis 01 Desember 2016, 14:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 01 470 1556096 amnesti-pajak-pengajuan-kpr-bakal-meningkat-hingga-2020-0jNcek2cAG.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Sejak bergulirnya program amnesti pajak (tax amnesty) di Indonesia pada Juli lalu, bersumber dari data Direktoral Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan pada acara Munas REI XV, dana repatriasi sudah mencapai Rp143 triliun.

Dana deklarasi dalam negeri mencapai Rp2.826 triliun dan deklarasi luar negeri Rp985 triliun. Dana amnesti pajak sebanyak 60 persen mengalir pada sektor properti. Wajib Pajak secara nasional untuk segmen real estat sebanyak Rp26.247 triliun.

Melihat data tersebut, Direktur Departemen Kebijakan Makropudensial Dwityapoetra Soeyasa Besar, merasa optimistis dana amnesti pajak berdampak pada sektor properti.

"Peningkatan pertumbuhan KPR tumbuh 10 sampai dengan 12 persen saat ini," katanya pada hari kedua Munas REI XV di Jakarta.

Disebutkannya pula pada September lalu, sudah ada 100 pengajuan KPR secara nasional. Dan Jakarta adalah wilayah pengaju kredit terbanyak. Jumlah wajib pajak saat ini sudah menyentuh angka Rp26.247 triliun. Rata-rata tebusan untuk real estat sebesar Rp578 miliar.

Akan tetapi, jumlah wajib pajak tersebut belum menyentuh 5 persen. Namun, dirinya yakin pada 2018-2020 perekonomian untuk properti bakal melejit.

"Saya yakin pengaju KPR bisa meningkat pada 2018 sampai 2020. Apalagi suku bunga BI 7 day (Reverse) Repo Rate sudah turun sebesar 4,75 persen. Ini sangat berpengaruh sekali," ujarnya.

Sedangkan pengajuan KPR rata-rata merupakan kepemilikan rumah pertama. Kini jumlah kepemilikan rumah pertama sudah di atas 50 persen.

"Semuanya yang punya rumah pertama luasannya di atas 70 meter persegi," ucapnya lagi

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini