Image

Rumah Tapak Tidak Bisa Dibangun Lagi di Batam

Agregasi Kamis 01 Desember 2016, 15:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 01 470 1556242 rumah-tapak-tidak-bisa-dibangun-lagi-di-batam-N4T71evB7H.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Batam, daerah yang berbatasan dengan Singapura, banyak dilirik para pengembang besar untuk pembangunan properti. Tengok saja, di sana misalnya sudah ada superblok milik Mantan Presiden BJ Habibie.

Di sana juga banyak pekerja asing, sehingga bisa dimengerti harga lahannya pun sekarang tergolong mahal.

"Harganya per meter mulai Rp200 ribu sampai Rp10 juta sekarang ini," ujar DPD (Dewan Perwakilan Daerah) REI (Real Estat Indonesia) Batam Djaja Roeslim pada acara Munas REI XV di Jakarta.

Dia pun mengatakan, karena lahan di sana semakin mahal maka tidak ada lagi pembangunan untuk rumah tapak.

"Sekarang harus bangunan vertikal. Nggak bisa lagi yang tapak. Kami sedang mengembangkan rusunawa. Kalau rusunami kini banyak dibangun," katanya.

Terkait penjualan rumah subsidi, yang sudah berhasil terjual 2.000 unit. Jadi, wajar saja kalau target tahun depan dinaikkan menjadi 3.000 unit penjualan.

Meski para pengembang di Batam tidak bisa lagi membangun rumah tapak, tapi syarat membangun hunian berimbang masih berkategori aman.

"Hunian berimbang di sana (Batam) masih aman kok. Kita jangan melihat per developernya, tapi untuk satu Kota Batamnya," ucapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini