Image

Wall Street Kembali Mixed di Tengah Lonjakan Harga Minyak

ant, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016, 07:01 WIB
https img z okeinfo net content 2016 12 02 20 1556758 wall street kembali mixed di tengah lonjakan harga minyak d3QN25rHjx jpg Ilustrasi : Reuters

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Dow Jones Industrial Average menetapkan rekor penutupan baru, karena investor mencerna sejumlah laporan ekonomi dan kenaikan harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 68,35 poin atau 0,36% menjadi ditutup pada 19.191,93 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 7,73 poin atau 0,35% menjadi berakhir di 2.191,93 poin dan indeks komposit Nasdaq berkurang 72,57 poin atau 1,36% menjadi 5.251,11 poin.

Indeks pembelian manajer November tercatat 53,2%, meningkat 0,9 persentase poin dari angka Oktober di 52,1%, menurut Institute for Supply Management (ISM).

"Sebuah laporan manufaktur ISM yang solid, namun diabaikan oleh pasar, mungkin karena manufaktur terkuat tahun ini masih jauh dari angka 55-60 ketika produksi industri tumbuh pesat pada 2010 dan 2014," kata Jay Morelock, seorang ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 26 November, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 268.000, meningkat 17.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 251.500, meningkat 500 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya di 251.000.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Kamis bahwa belanja konstruksi selama Oktober 2016 diperkirakan pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman USD1.172,6 miliar, 0,5% di atas perkiraan September yang direvisi.

Harga minyak terus melonjak pada Kamis menyusul reli tajam hari sebelumnya, dengan kedua kontrak minyak mentah AS dan minyak mentah Brent melompat sekitar empat persen.

Pada Rabu (30/11), Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari, menetapkan pagu produksi minyak di 32,5 juta barel per hari.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini