Image

OJK Ingin Emiten Gencar Terbitkan Green Bond

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016, 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 02 278 1556996 ojk-ingin-emiten-gencar-terbitkan-green-bond-BO3x6IfN46.jpg Ilustrasi penerbitan obligasi. (Foto: ANT)

BALI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan pasar modal (emiten) menerbitkan green bond (obligasi hijau) dalam rangka meningkatkan sustainable finance atau keuangan berkelanjutan yang dalam bisnisnya mengutamakan lingkungan.

Anggota Dewan Komisioner Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menjelaskan, green bond adalah obligasi yang memenuhi unsur environment (lingkungan). Dalam menerapkannya, OJK tengah melihat bagaimana konsep green bond di beberapa negara yang sebelumnya sudah banyak mengeluarkan green bond.

"Nah, di Indonesia kita sedang mencoba melihat konsep atau struktur seperti apa green bond yang cocok diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia,"ujarnya dalam acara Sustainable Finance Forum di Westin Hotel, Bali, Jumat (2/12/2016).

Sebenarnya dalam ketentuan OJK, perusahaan yang telah go publik harus mengutamakan dampak lingkungan dalam usahanya. Ketentuan tersebut menjadi kewajiban saat perusahaan mencantumkan disclosesure (pengungkapan) prospektus (lembar fakta) pada saat melakukan penawaran umum atau IPO.

"Jadi sebetulnya konsep peduli tentang lingkungan sudah ada sejak lama dan terutama di pasar modal karena itu tadi di prospektus mereka harus ungkap. Nah ini sejalan dengan perkembangan di tingkat regional maupun global," terangnya.

Menurut Nurhaida, sustainable finance pada sektor pasar modal perlu ditingkatkan. Pasalnya, dalam kesepakatan di level internasional sepakat untuk peduli lingkungan.

"Saya juga ingat beberapa bulan lalu atau 2 bulan lalu kalau kita bicara di tingkat atau community capital market itu ada namanya organisasi internasional untuk regulator pasar modal di internasional. Itu ada pertemuan bahwa nanti itu ada suatu kewajiban close dalam laporan tahunan tentang tingkat kepatuhan mereka terhadap pengungkapan dalam dampak lingkungan," terangnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini