Image

Tahun Depan Momentum Tepat IPO

Agregasi Jum'at 02 Desember 2016, 14:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 02 278 1557188 tahun-depan-momentum-tepat-ipo-krwoQMwY9M.jpg BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Besarnya keyakinan bahwa kondisi ekonomi tahun depan akan jauh lebih baik dari tahun ini, menjadi alasan biaa aksi korporasi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) menjadi momentum yang tepat. Hal inipun diakui langsung Chief Executive Partner RSM Indonesia,Amir Abadi Jusuf.

Dirinya menilai, 2017 akan menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan untuk mencari dana murah di pasar modal melalui IPO. Kesempatan tersebut seiring dengan rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) oleh The Fed alias Bank Sentral AS.

Dia menambahkan, perekonomian domestik pada tahun depan juga masih ekspansi dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1%. Sehingga menurutnya ada potensi besar pengembangan bisnis yang dimiliki melalui pendanaan IPO. "Dalam hal ini, RSM Indonesia menilai langkah IPO sangat positif bagi perkembangan perusahaan ke depannya," ujarnya di Jakarta.

Lewat IPO, dia menjelaskan perusahaan mendapatkan akses pendanaan yang beragam dan murah serta dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance. Pada akhirnya, ini berujung pada peningkatan kinerja dan valuasi perusahaan.

Demi mendorong perusahaan untuk go public, RSM Indonesia yang merupakan perusahaan kantor akuntan dan konsultan bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menggelar sosialisasi go public terhadap perusahaan-perusahaan mitra dari RSM Indonesia.

Menurut dia kegiatan ini bertujuan memberikan awareness mengenai proses go public, khususnya terhadap perusahaan-perusahaan yang merupakan mitra dari RSM Indonesia yang belum menjadi perusahaan terbuka.

”Tujuan lainnya adalah memberikan nilai tambah (value added) dan mensinergikan peranan BEI dan RSM Indonesia dalam mendukung pertumbuhan perusahaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," jelas dia.

Dalam kegiatan sosialisasi go public ini, para perusahaan yang menjadi peserta akan mendapatkan informasi mengenai market update dan proses go public dari Bursa Efek Indonesia. Kemudian, RSM Indonesia akan menyampaikan materi tentang hal-hal yang harus disiapkan oleh calon emiten dalam rangka pelaksanaan IPO, baik dari sisi audit, accounting, finance dan perpajakan.

Sebelumnya, BEI mengklaim pasar IPO tahun 2017 akan lebih semarak dari tahun ini. Apalagi, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyampaikan minat membawa anak usahanya go public di 2017. Sebut saja, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II yang memastikan tiga anak usahanya bakal listing di lantai bursa pada tahun 2017.

Direktur Utama PT Pelindo II,Elvyn G Masassya pernah bilang, pihaknya akan melakukan IPO dari tiga anak usahanya. Adapun tiga anak perusahaan itu adalah PT Jasa Armada Indonesia (JAI), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), dan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP).

Rencananya, pelepasan saham anak usaha ini ke publik akan dilakukan secara bertahap pada tahun depan. Kemudian ada PT Waskita Toll Road, anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ini menyampaikan rencana IPO pada tahun 2017. Nantinya, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendanai pembangunan tol sepanjang 100 km.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini