Image

3 Calon Emiten IPO Akhir Tahun

Agregasi Jum'at 02 Desember 2016, 15:38 WIB
https img z okeinfo net content 2016 12 02 278 1557286 3 calon emiten ipo akhir tahun nioxCxIt3c jpg BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah berhasil mengajak 14 perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar modal hingga menjelang akhir 2016.Perusahaan terakhir yang IPO adalah PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) pada akhir September 2016.

Meski sudah ada 14 perusahaan yang merealisasikan IPO, bursa terus bekerja keras untuk menambah portofolio cantik di tahun ini. Sehingga angka perusahaan IPO tidak terlalu kecil bila dibandingkan posisi raihan di tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI,Samsul Hidayat mengatakan, sudah ada tiga calon emiten yang ada di pipeline bursa untuk merealisasikan IPO hingga akhir 2016. Ketiga calon emiten itu terdiri dari PT Prodia Widyahusada, PT Forza Land, dan PT Bintang Auto Global.”Ada tiga calon emiten yang ingin IPO, semua itu ada di pipeline bursa," ungkapnya di Jakarta.

Adapun Paramita Bangun Sarana merealisasikan IPO dengan melepas 300 juta saham di harga Rp1.200 per saham. Dengan menawarkan 300 juta saham di posisi Rp1.200 per saham, dana segar yang akan didapat ‎Rp360 miliar dari proses IPO ini.

Direktur Paramita Bangun Sarana, Erwin Tanuwidjaja menuturkan, penggunaan dana segar dari hasil IPO nantinya sebanyak 40% akan digunakan untuk modal kerja, sebanyak 35% untuk pengembangan usaha, dan sisanya sebanyak 25% untuk pembelian mesin dan peralatan berat.

Sementara Prodia berencana IPO sebanyak-banyaknya 187,5 juta saham baru atau setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran saham Prodia di saat IPO sekitar Rp6.250-Rp8.000 per saham. Dari hasil rangkaian pelaksanaan IPO, Prodia membidik dana segar sekitar Rp1,17 triliun-Rp1,5 triliun.

Dana sebanyak itu, sebesar 67% akan digunakan untuk mengembangkan jejaring outlet Prodia baik di pasar eksisting maupun pasar baru. Sebesar 19% akan digunakan untuk memperkuat kemampuan dan kualitas layanan prodia. Sedangkan sisanya sebesar 14% akan dimanfaatkan untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Sedangkan Forza Land berencana IPO dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 312,5 juta saham, atau setara 20% dari jumlah seluruh modal disetor. Adapun harga saham yang ditawarkan melalui IPO ini sekitar Rp300-Rp350 per saham. Dengan demikian, dana segar yang diperoleh perseroan lewat hasil IPO sebesar Rp93,75 miliar-Rp109,37 miliar.

Selain itu, pihak BEI juga mengklaim sudah ada 10 perusahaan yang berencana menggelar IPO di semester I-2017. Rencana IPO tersebut merupakan hasil pembicaraan dari beberapa perusahaan sekuritas.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI,Samsul Hidayat menjelaskan, sebanyak 10 perusahaan yang mau IPO nantinya akan menggunakan buku Desember 2016 sebagai valuasi penawaran umum perdana saham. Dalam hal ini, BEI berharap aksi korporasi itu benar-benar bisa terealisasi dengan baik.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini