Image

Minyak Mentah Menguat, Harga Premium dan Pertalite Tak Naik

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016, 08:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 02 320 1556814 minyak-mentah-menguat-harga-premium-dan-pertalite-tak-naik-rgbNdmg2Wo.jpg Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga minyak mentah melonjak lebih dari 10% di pasar Asia, setelah produsen OPEC dan Rusia sepakat untuk memotong produksi untuk mengalirkan banjir pasokan global, tetapi analis memperingatkan harga bisa surut sebagai produsen lainnya siap untuk mengisi kesenjangan.

Meski harga minyak mentah menguat tajam, PT Pertamina belum menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, Pertamax dan Pertalite. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Afandi mengatakan, ketiga jenis BBM tersebut tidak mengalami kenaikan harga. Meski demikian, dia mengakui Pertamina menaikkan harga BBM jenis Pertamax Turbo.

"Semua masih dalam harga yang aman, tapi untuk kenaikan harga terjadi pada Pertamax Turbo sebesar Rp50 per liter dari harga Rp8.700 menjadi Rp8.750," kata dia kepada Okezone di Jakarta.

Sementara untuk Shell, tercatat harga bahan bakar Shell V-Power mengalami kenaikan Rp150. Adapun harga BBM jenis V-Power berada di angka Rp9.100 per liter dari sebelumnya Rp8.950.

Sekadar informasi, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat untuk mengurangi produksi minyak pertama kali sejak 2008, setelah pemimpin Arab Saudi akhirnya sudi menerima pemangkasan besar dan meminta Iran juga memangkas output. Kesepakatan itu juga diikuti anggota non-OPEC Rusia, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.

Setelah pengumuman tersebut, harga minyak mentah berjangka Brent melonjak lebih dari 10% menjadi USD50 per barel dengan level tertingginya USD51,92 per barel. Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan pada USD49,54 per barel.

OPEC menghasilkan sepertiga dari minyak dunia atau sekira 33,6 juta barel per hari. Dengan adanya kesepakatan tersebut, maka produksi minyak akan berkurang sekira 1,2 juta barel per hari pada Januari 2017.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini